EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang netizen merekam pemandangan mengejutkan di sebuah tempat pembuangan sampah di Kabupaten Bianba, Tibet: puluhan ekor beruang terlihat sedang mengais dan memakan sampah. Video tersebut viral di internet, membuat warganet heboh sekaligus takut.
Dalam video yang beredar, pada 5 September malam, di sebuah tempat pembuangan sampah dekat kota Kabupaten Bianba, terlihat sekelompok beruang cokelat Tibet (disebut juga “beruang Tibet” atau 藏馬熊). Jumlahnya diperkirakan mencapai 30–40 ekor, pemandangan yang benar-benar mengejutkan.
“Saat pertama melihat, ada puluhan ekor beruang, saya sangat kaget dan juga agak takut,” kata seorang saksi mata bermarga Chen saat diwawancara media. Ia menambahkan bahwa dirinya sempat mengamati selama setengah jam, dan beruang-beruang itu terus mencari makanan tanpa pergi.
9月5日,有网民拍到西藏边坝县有30多只熊在垃圾站觅食。 pic.twitter.com/xdxrZJCbmz
— ying tang (@yingtan04410735) September 9, 2025
Video sekumpulan beruang makan sampah ini memicu diskusi hangat. Banyak netizen terkejut dan berkomentar:
- “Bagaimanapun juga, ini hewan yang dilindungi tingkat dua secara nasional, tapi sekarang hidupnya seperti ini.”
- “Apakah di alam liar benar-benar sudah sulit menemukan makanan?”
- “Ini menunjukkan kerusakan ekologi yang parah, tanpa perlindungan. Hewan liar akhirnya hanya bisa makan sampah lalu berkembang biak. Itu bisa jadi sumber penyakit menular.”
Ini bukan pertama kalinya beruang coklat Tibet terekam sedang makan sampah. Banyak netizen Tiongkok sebelumnya juga membagikan video serupa, bahkan ada yang menunjukkan beruang ini menyerang anjing Tibet (Tibetan Mastiff) yang mencoba mengusirnya.
西藏的野生棕熊在垃圾场找东西吃。 pic.twitter.com/XkeMRbxtK7
— ying tang (@yingtan04410735) September 9, 2025
Chen juga menyebut bahwa beberapa tahun lalu ia pernah melihat beruang di tempat sampah di Tibet, tetapi jumlahnya tidak sebanyak ini. Melihat 30–40 ekor beruang coklat di tempat sampah Bianba adalah hal yang sangat jarang.
Menanggapi hal tersebut, seorang staf pemerintah Kabupaten Bianba menjelaskan bahwa lokasi tempat pembuangan itu jauh dari pusat kota, berada di pegunungan, dan pada malam hari biasanya tidak ada orang di sana. Sampah di lokasi itu umumnya dibuang dengan mobil oleh para pekerja.
Beruang coklat Tibet (nama ilmiah: Ursus arctos pruinosus) dikenal gesit dan cerdik, mampu berlari hingga 56 km/jam. Karena penampilannya yang tampak jinak dan kadang memberi gestur seolah “melambai” pada wisatawan, beberapa turis yang berkunjung ke Tibet sering kali memberi makan hewan ini.
Namun, warga setempat mengingatkan wisatawan luar daerah agar jangan tertipu oleh penampilan beruang tersebut. Beruang cokelat Tibet sangat berbahaya, sehingga wisatawan disarankan untuk selalu menjaga jarak.
Sumber : NTDTV.com


