EtIndonesia. Dahulu kala, di sebuah danau besar yang terbentuk dari banyak aliran sungai, hidup sekelompok kerang sungai dan kerang mutiara.
Suatu hari, seekor angsa putih yang anggun terbang bebas di angkasa, lalu hinggap di danau itu. Dia merapikan bulu-bulunya yang putih sebersih salju musim dingin. Tubuhnya elok bagaikan seorang gadis muda, suaranya merdu bagaikan lantunan dari surga, dan seluruh dirinya memancarkan pesona yang anggun dan penuh wibawa.
Kerang sungai menatap angsa itu dengan takjub, bergumam :“Seandainya aku bisa menjadi sahabat angsa putih yang cantik ini, alangkah indahnya hidupku.”
Kerang mutiara yang mendengarnya menanggapi: “Jangan bermimpi! Angsa yang tinggi hati itu hanya menyukai mutiara. Kalau aku memberikan mutiara dariku kepadanya, pasti dia akan memilihku.”
Usaha Kerang Sungai
Mendengar hal itu, kerang sungai bertekad untuk menciptakan mutiara terbaik dengan usahanya sendiri. Tidak seperti kerang mutiara yang bisa menghasilkan mutiara dengan mudah, kerang sungai harus menanggung rasa sakit.
Hari demi hari dia menelan butiran pasir, mengasah dan menggilasnya dengan bibir dan ototnya, membalutnya dengan air liur agar menjadi semakin halus. Waktu berlalu, pasir itu perlahan berubah menjadi bulat, keras, lembut, dan berkilau samar. Akhirnya, sebuah mutiara besar nan indah terbentuk di dalam tubuhnya.
Kontes Kecantikan di Tepi Danau
Suatu ketika, hewan-hewan mengadakan kontes kecantikan di tepi danau, dipandu oleh seekor harimau. Aturannya: pemenang bukan hanya dinobatkan sebagai yang tercantik, tetapi juga harus memilih seorang sahabat sejati.
Satu per satu peserta tampil:
· Merak membuka ekornya yang indah bak kipas, membuat semua bertepuk tangan.
· Kuda berlari gagah, tubuhnya penuh kekuatan, menimbulkan sorakan kagum.
· Ular putih melilit cabang pohon dengan kelenturan luar biasa, membuat penonton bersorak takjub.
· Lalu, angsa putih turun dari langit dengan bulu berkilau, gerak yang elegan, dan aura penuh martabat. Seluruh penonton terdiam tiga detik, sebelum akhirnya bersorak meriah.
Tak diragukan lagi, angsa putih dinobatkan sebagai juara.
Persembahan untuk Sang Juara
Hewan-hewan pun berebut memberikan hadiah terbaiknya:
· Monyet menghadiahkan seikat pisang.
· Lebah membawa madu manis.
· Kupu-kupu menyajikan setangkai bunga indah.
Kerang mutiara mempersembahkan tiga butir mutiara berkilau, sementara kerang sungai dengan penuh hati-hati mengeluarkan satu-satunya mutiara yang telah dia hasilkan dengan jerih payah.
Angsa putih berjalan menghampiri kerang sungai, lalu berkata dengan lembut: “Sahabatku adalah engkau, kerang sungai.”
Kerang sungai begitu bahagia, hampir tak percaya dengan pilihannya.
Harimau yang menjadi juri pun bertanya: “Kerang mutiara punya tiga mutiara, sedangkan kerang sungai hanya punya satu. Mengapa engkau memilih kerang sungai?”
Angsa putih menjawab: “Tiga mutiara itu hanyalah sebagian kecil dari kerang mutiara. Tapi satu mutiara ini adalah seluruh hidup kerang sungai. Itu adalah pemberian dari hatinya yang paling dalam.”
Pesan Moral
Seorang teman sejati adalah mereka yang benar-benar tulus, rela memberikan yang terbaik tanpa pamrih. Mereka akan selalu menempatkan dirinya di posisimu, berbagi segala yang indah, bahkan jika itu adalah seluruh yang dimilikinya.(jhn/yn)


