EtIndonesia. Aksi protes pemuda Nepal menentang pemblokiran media sosial dan korupsi semakin meluas. Pada 9 September 2025, beredar lebih banyak video, salah satunya memperlihatkan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Nepal, Bishnu Prasad Paudel, dikejar dan diserang di jalanan Kathmandu.
Video menunjukkan Paudel (65) berlari di jalan, diburu puluhan orang. Seorang pemuda demonstran melompat dari arah berlawanan dan menendangnya hingga jatuh menabrak dinding merah. Namun, Paudel segera bangkit dan kembali berlari.
Nepal’s Finance Minister Bishnu Prasad Paudel is chased by a mob as anti government protests continue. pic.twitter.com/JoO2LKTwWb
— Sael (@FallingLeafSael) September 9, 2025
Video lain mengklaim, Paudel kabur hingga ke sungai, tetapi tetap dikejar dan dipukuli. Rekaman memperlihatkan sejumlah orang menghajarnya dengan pukulan dan tendangan di air setinggi lutut, sementara kerumunan di tepi sungai bersorak mendukung.
Namun, identitas pejabat yang dipukuli di sungai tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Paudel pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Nepal (2018), serta memimpin sejumlah kementerian. Saat ini ia adalah Wakil Ketua Partai Komunis Nepal (UML) sekaligus Wakil Perdana Menteri.
Reportedly Nepal's Finance Minister is being chased by the protesters….. That's what happens when you the Might of Public Hammers you….. pic.twitter.com/EtMFn6cBfs
— Pakistan Cricket Team USA FC (@DoctorofCricket) September 9, 2025
Juru bicara kepolisian Kathmandu, Shekhar Khanal, mengatakan pada Selasa beberapa kelompok menolak mematuhi jam malam. Ia memberitahu AFP bahwa banyak kawasan di Kathmandu dipenuhi demonstran, dengan sejumlah insiden pembakaran dan penyerangan.
Gelombang protes Nepal pecah pada Senin (8 September) dan berujung pada salah satu penindasan paling berdarah dalam beberapa tahun terakhir, menewaskan sedikitnya 19 orang.
Awalnya, rakyat menuntut pencabutan larangan media sosial serta pemberantasan korupsi. Meski aplikasi media sosial telah dipulihkan, protes kini meluas ke kota-kota lain dan dijuluki sebagai “demonstrasi generasi Z”.
Sebelumnya, Perdana Menteri K.P. Sharma Oli mengundurkan diri di bawah desakan para pemuda, dan dilaporkan melarikan diri dengan pesawat. Oli, yang tahun lalu memimpin pemerintahan koalisi antara Partai Komunis dan Partai Kongres Nepal (berhaluan tengah-kiri), sudah memasuki masa jabatan keempatnya. Selama pemerintahannya, ia dikenal pro-Beijing dan menekan komunitas Tibet. Sebelum ia mundur, tiga menteri lain juga telah lebih dulu mengundurkan diri.
Pada Jumat (5 September) lalu, pemerintah Nepal memutus akses ke 26 platform yang tidak terdaftar, termasuk Facebook, YouTube, dan X, membuat warga tak bisa mengakses jejaring sosial populer. Dari 30 juta penduduk Nepal, sekitar 90% di antaranya adalah pengguna internet.
Sumber : NTDTV.com


