Nepal Membara: PM dan Presiden Tumbang, Foto Xi Jinping Dibakar Massa!

EtIndonesia. Nepal diguncang gejolak politik terbesar dalam sejarah modernnya. Gelombang protes antikorupsi yang pecah pada 8 September di ibu kota Kathmandu dan sejumlah wilayah lain akhirnya menggulingkan pemerintahan Komunis. Puncaknya, pada 9 September 2025, Perdana Menteri KP Sharma Oli dan Presiden Bidhya Devi Bhandari resmi mengundurkan diri.

Langkah rakyat Nepal ini bukan hanya menandai keruntuhan rezim yang dianggap korup, tetapi juga membuat Tiongkok kehilangan salah satu sekutu penting di kawasan Asia Selatan.

Demonstrasi Pecah: Simbol Perlawanan terhadap Beijing

Situasi di lapangan berlangsung dramatis. Massa aksi menyerbu kantor Partai Komunis dan membakar potret Presiden Tiongkok Xi Jinping. Bagi demonstran, foto Xi adalah simbol keterikatan Pemerintah Nepal dengan Beijing yang selama ini dianggap “menghisap darah rakyat Nepal.”

“Menggantungkan harapan pada para diktator itu sama saja seperti menunggu keajaiban yang mustahil,” teriak seorang demonstran sebelum melemparkan potret Xi ke dalam api.

Aksi ini sontak menjadi ikon perlawanan, yang oleh banyak pengamat disebut sebagai “cermin” bagi negara-negara otoriter lain di dunia.

Generasi Z Jadi Motor Gerakan

Generasi Z Nepal menjadi kekuatan utama dalam demonstrasi. Semakin ditekan, mereka semakin berani melawan. Fenomena luar biasa terjadi:

  • Polisi banyak yang lari; beberapa bahkan menyerah kepada massa.
  • Militer berbalik melindungi rakyat, bukannya membela rezim.
  • Rekaman video viral memperlihatkan polisi terjun ke sungai untuk kabur, sementara aparat lain menyerahkan senjata ke tangan demonstran.
  • Pejabat korup terlihat panik melarikan diri dengan menempel di helikopter militer.

Bendera Bajak Laut One Piece dan Panji Generasi Z

Pada 10 September 2025, massa mengganti bendera Partai Komunis di gedung pemerintahan dengan bendera bajak laut One Piece dan panji Generasi Z.

Media lokal melaporkan, militer kini berkoordinasi menjaga ketertiban. Wacana penunjukan mantan Ketua Mahkamah Agung Karki sebagai perdana menteri sementara semakin menguat.

Gema Nepal Sampai ke Tiongkok

Aksi heroik rakyat Nepal langsung memantik semangat di Tiongkok. Video perlawanan dari Kathmandu dibanjiri komentar warga Tiongkok: “Air bisa mengangkat perahu, tapi juga bisa menenggelamkannya. Hidup rakyat! Dunia sedang bangkit, dunia sedang berubah.”

Bahkan, di Beijing, dinding jembatan dicoret dengan slogan: “Bangkitlah! Suriah, Bangladesh, Nepal berjuang. Mengapa kita terus diam?”

Beberapa aktivis Tiongkok ikut bergerak: seorang pemuda menyebarkan selebaran di bus menyerukan perlawanan terhadap kediktatoran, sementara seorang gadis membawa spanduk menuntut dihapusnya legalisasi transplantasi organ.

Banyak pengamat yakin, peristiwa di Nepal ini bisa menjadi “percikan” yang mendorong lahirnya revolusi besar di Tiongkok.

Kesimpulan

Krisis politik di Nepal memperlihatkan bagaimana kekuatan rakyat—terutama generasi muda—dapat mengguncang rezim yang mapan. Runtuhnya pemerintahan Partai Komunis bukan hanya menjadi titik balik sejarah Nepal, tetapi juga memberi sinyal kuat bagi dunia: kebebasan tidak datang dari rezim, melainkan dari keberanian rakyat melawan penindasan.

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine