Komentator politik konservatif asal Amerika Serikat, Charlie Kirk, tewas ditembak saat berbicara di hadapan mahasiswa di Utah Valley University, Orem, Utah, Selasa (10/9/2025) waktu setempat. Gubernur Utah, Spencer Cox, menyebut peristiwa ini sebagai sebuah “pembunuhan politik.”
EtIndonesia. Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 12.10 siang waktu lokal ketika Kirk tengah menyampaikan pidato dalam rangkaian tur American Comeback. Satu tembakan dilepaskan dan mengenai bagian lehernya. Kirk segera dilarikan ke rumah sakit oleh tim pengamannya, namun beberapa jam kemudian dinyatakan meninggal dunia. Ia meninggalkan seorang istri, Erika Kirk, dan dua anak.
Kirk, lahir pada 14 Oktober 1993 di Arlington Heights, Illinois, dikenal luas sebagai pendiri Turning Point USA, organisasi konservatif yang banyak berfokus pada aktivisme politik di kalangan anak muda. Ia kerap tampil dengan gaya retorika yang tajam dan berhasil menggerakkan basis pemilih muda dalam sejumlah pemilu belakangan ini.
Dibesarkan oleh seorang ibu yang berprofesi sebagai konselor kesehatan mental dan ayah seorang arsitek, Kirk sejak kecil menonjol dalam bidang akademik. Ia meraih prestasi Eagle Scout, tanda kepemimpinan yang kemudian membawanya terjun lebih dalam ke dunia politik.
Karier politiknya dimulai sebagai relawan kampanye Senat saat masih duduk di bangku SMA. Namanya makin dikenal publik setelah menyoroti apa yang ia sebut sebagai bias progresif dalam buku pelajaran sekolah. Sejak itu, ia aktif berkeliling kampus untuk berdiskusi dengan mahasiswa, bahkan membuka meja “prove me wrong” guna berdebat langsung dengan peserta diskusi.
Kirk dikenal dekat dengan pemerintahan mantan Presiden Donald Trump, kerap diundang ke Gedung Putih dan mempromosikan program-programnya melalui media sosial maupun wawancara televisi. Bahkan, Gubernur California Gavin Newsom baru-baru ini mewawancarai Kirk dalam episode perdana podcast barunya.
Trump dalam unggahannya di platform Truth Social menyebut Kirk sebagai sosok “legendaris” dan memerintahkan agar bendera AS dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri untuk menghormatinya.
Terkait kasus ini, pihak kepolisian sempat menangkap seorang pria lanjut usia, namun dibebaskan setelah pemeriksaan. Direktur FBI Kash Patel sempat mengumumkan bahwa seorang tersangka sudah diamankan, tetapi beberapa jam kemudian menyatakan orang tersebut juga dibebaskan setelah diinterogasi lebih lanjut.
“Kami masih melanjutkan penyelidikan dan akan terus memberikan informasi demi transparansi,” kata Patel dalam pernyataan di platform X.
Gubernur Spencer Cox menegaskan kembali bahwa insiden ini adalah sebuah pembunuhan politik. Menurut keterangan kepolisian, tembakan diduga dilepaskan dari sebuah gedung di area kampus, kemungkinan dari lantai tiga atau atap, yang mengindikasikan penembakan jarak jauh.
Rekaman kamera keamanan kampus menunjukkan sosok tersangka berpakaian serba hitam. Hingga kini, aparat belum menemukan bukti adanya pelaku lain yang terlibat.
“Kami sedang mencari siapa pun yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait pelaku penembakan ini,” ujar Cox.
“Penyelidikan masih berjalan, tetapi saya ingin menegaskan dengan sangat jelas kepada siapa pun yang melakukan ini: kami akan menemukan Anda, mengadili Anda, dan meminta pertanggungjawaban Anda dengan hukuman seberat-beratnya sesuai hukum,” ujar Gubernur Utah, Spencer Cox.
Ia juga menambahkan bahwa negara bagian Utah masih menerapkan hukuman mati.
Kirk dikenal sebagai salah satu aktivis politik paling berpengaruh di dunia, terutama karena advokasinya terhadap kebebasan berbicara. Pada 2019, ia mendirikan Turning Point Action, yang dengan cepat tumbuh menjadi salah satu organisasi konservatif akar rumput terbesar di Amerika Serikat. Organisasi ini banyak menggerakkan pemilih, khususnya kaum muda dan mahasiswa konservatif.
Dalam pernyataan misinya, Turning Point Action menyebut tujuannya adalah “memberdayakan basis konservatif melalui aktivisme akar rumput dan menyediakan sumber daya yang diperlukan bagi pemilih untuk memilih pemimpin konservatif sejati.”
Hanya dalam beberapa tahun, kelompok ini menjelma menjadi kekuatan penting dalam gerakan konservatif, menggelar kampanye di berbagai negara bagian untuk mendukung kandidat, termasuk Donald Trump dan Gubernur Florida Ron DeSantis.
Gelombang Ucapan Belasungkawa
Kabar meninggalnya Charlie Kirk memicu gelombang ucapan duka dari berbagai pemimpin nasional maupun internasional.
“Tidak ada yang lebih memahami dan memiliki hati bagi pemuda Amerika Serikat selain Charlie,” tulis Donald Trump di platform Truth Social.
“Ia dicintai dan dikagumi oleh SEMUA orang, terutama saya. Kini ia telah tiada. [Ibu Negara] Melania [Trump] dan saya menyampaikan belasungkawa kepada istri tercintanya Erika dan keluarganya. Charlie, kami mencintaimu!”
Wakil Presiden AS JD Vance menuliskan di X: “Berilah ia peristirahatan kekal, ya Tuhan.”
Ketua DPR AS, Mike Johnson (Partai Republik–Louisiana), menyebut peristiwa ini sangat menjijikkan.
“Kekerasan politik semakin sering terjadi di masyarakat Amerika. Ini bukanlah jati diri kita. Hal ini melanggar prinsip dasar negara kita, warisan Yudeo-Kristen, tatanan masyarakat sipil, cara hidup Amerika, dan ini harus dihentikan,” ujarnya di Capitol Hill.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga menyampaikan doa di X: “Berdoa untuk @charliekirk11.” Kirk dikenal sangat aktif menggunakan media sosial.
Mantan Presiden Barack Obama menuliskan di X: “Kita belum tahu apa motif pelaku yang menembak dan membunuh Charlie Kirk, tetapi kekerasan yang keji seperti ini tidak punya tempat dalam demokrasi kita.”
“Michelle dan saya mendoakan keluarga Charlie malam ini, terutama istrinya Erika dan dua anak mereka yang masih kecil,” tambah Obama.
Mantan Presiden Joe Biden juga menyampaikan belasungkawa: “Tidak ada tempat bagi kekerasan semacam ini di negara kita. Harus segera diakhiri. [Mantan Ibu Negara] Jill [Biden] dan saya mendoakan keluarga serta orang-orang terdekat Charlie Kirk.”
Presiden Argentina, Javier Milei, menuliskan: “Belasungkawa saya untuk keluarga Charlie Kirk dan seluruh anak muda di dunia yang mengagumi serta mendengarkannya. Ia adalah penyebar ide kebebasan yang luar biasa dan pembela teguh Barat. … Dunia telah kehilangan sosok manusia yang luar biasa.”
Sementara itu, Turning Point USA dalam pernyataannya menulis: “Dengan duka mendalam kami mengonfirmasi bahwa Charles James Kirk telah tewas ditembak. Semoga ia diterima dalam pelukan penuh kasih Juruselamat kita, yang telah menderita dan wafat untuk Charlie.”
Organisasi tersebut juga meminta masyarakat mendoakan keluarga Kirk serta menghormati privasi dan martabat mereka di masa berduka.
Laporan ini juga melibatkan kontribusi T.J. Muscaro
Sumber : Theepochtimes.com


