Kerumunan Katak Muncul di Jalanan Tianjin, Tiongkok,  Menakuti Warga 

Pada 10 September 2025 malam, di sekitar Jalan Luohe, Distrik Beichen, Tianjin, Tiongkok muncul sekumpulan besar katak yang memenuhi jalan, membuat warga ketakutan. Fenomena aneh ini segera memicu kekhawatiran masyarakat setempat, apakah hal ini berkaitan dengan aktivitas gempa bumi.

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang warganet membagikan video di media sosial yang menunjukkan jalan raya Tianjin dipenuhi katak dalam jumlah sangat banyak. Katak-katak kecil itu melompat di jalan, di rumput, bahkan di celah-celah batu bata. Pemandangan tersebut membuat banyak orang merinding.

Fenomena ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga yang khawatir akan terjadinya gempa.

Komentar warganet lokal:

  • “Di Wuqing juga banyak sekali di jalan.”
  • “Di jalan yang menghubungkan pabrik Foxconn Dongli dan Tianhong juga penuh.”
  • “Beberapa hari ini memang katak kecil terlalu banyak, saya bahkan tidak bisa naik sepeda.”
  • “Di stadion Wuqing juga sudah beberapa hari penuh katak kecil.”
  • “Di Jalan Huai Dong dekat Luohe, sangat menakutkan.”

Ada yang menulis:

  • “Agak panik.”
  • “Seram sekali.”
  • “Sepertinya benar-benar akan ada gempa.”
  • “Jangan sampai gempa ya, saya tinggal di Tianjin.”
  • “Beberapa malam lalu, di Tanggu, langit dipenuhi burung, terbang berkelompok, sangat menakutkan.

Menurut laporan Beijing News, pada 11 September pihak Komisi Pengelolaan Kota Distrik Beichen menanggapi laporan warga dengan mengerahkan petugas kebersihan membersihkan bangkai katak di jalan, namun pada malam hari katak-katak baru terus bermunculan.

“Belum pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya, tidak tahu dari mana asalnya. Siang hari sebagian mati karena terik matahari dan kami bersihkan, tapi malamnya muncul lagi tanpa henti,” kata seorang staf komisi.

Laporan menyebutkan, Biro Gempa Tianjin setelah melakukan pengecekan di lokasi memberi penilaian awal bahwa fenomena ini tidak berhubungan langsung dengan aktivitas gempa bumi, dan meminta warga untuk tidak panik. Saat ini, pihak terkait sedang menelusuri asal-usul kelompok katak tersebut.

Namun, pernyataan Biro Gempa Tianjin menuai keraguan dari warganet:

  • “Penyebabnya belum jelas, kok buru-buru bilang tidak terkait gempa? Mana semangat ilmiahnya?”
  • “Belum tahu sumbernya tapi langsung tegas menolak kaitan dengan gempa.”
  • “Kalau pakar bilang tidak ada masalah, justru saatnya kamu harus bersiap kabur.”
  • “Karena pakar bilang tidak terkait gempa, lebih baik kita tetap siaga menghadapi kemungkinan gempa. Lebih baik siap daripada tidak.”

Beberapa warga mengaitkan dengan sejarah:

  • “Jangan percaya penuh pada biro gempa. Lupa ya? Saat gempa Tangshan 1976, ada yang sudah memprediksi dan melapor, tapi tidak dipercaya. Begitu gempa benar terjadi, sudah terlambat.”
  • “Sebelum gempa besar Tangshan, tanah juga dipenuhi katak. Kakek saya ada di sana waktu itu.”
  • “Sebelum gempa 12 Mei (2008 di Sichuan), di Deyang juga sama, tanah penuh katak. Saya mengalaminya sendiri.”
  • “Setengah bulan sebelum gempa 12 Mei, di Mianzhu, Deyang juga begitu. Saat itu koran melaporkan, tapi pakar bilang itu karena lingkungan membaik.”

Ada juga yang berkomentar:

  • “Tidak selalu berarti gempa, mungkin bencana alam lain. Tetap waspada saja.”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine