Pasar Properti Beijing Melonjak Tak Terkendali dengan Kejatuhan yang Mengguncang Negara

EtIndonesia. Pasar properti Beijing mulai runtuh! Harga rumah di kawasan lingkar keempat, yang dulu selangit, kini turun menjadi 20.000 yuan (± Rp45 juta) per meter persegi. Di luar wilayah lingkar kelima, penurunan lebih mengejutkan—di beberapa kompleks harga rumah langsung terpangkas setengah. Sementara itu, Shenzhen dan Shanghai juga tak luput, banyak kawasan emas di kota-kota tersebut kini mengalami penurunan harga lebih dari 50%. Saat ini, jumlah rumah kosong sangat besar dan tak ada peminat, sementara kapan pasar perumahan akan mencapai titik terendah masih menjadi tanda tanya.

“Semua pembeli rumah di Beijing kalah total, tidak ada yang selamat. Harga di lingkar keempat dulu mencapai lebih dari 100.000 yuan per meter, sekarang sudah ada rumah siap huni di Asian Games Village hanya 26.000 yuan per meter, dan semua orang bisa membelinya, langsung bisa masuk tanpa repot,” ujar seorang warganet Beijing. 

Seorang agen properti Beijing menuturkan: “Pada 2023, seorang klien membeli rumah seharga 12,3 juta yuan. Bulan lalu, di kompleks yang sama unit dengan tipe serupa hanya terjual 8,8 juta yuan. Padahal dia masih punya utang bank 9 juta yuan untuk kredit rumahnya. Saya khawatir banyak orang tidak akan sanggup menanggung ini.”

Seorang warganet Beijing lain mengatakan: “Tidak diragukan lagi, ini adalah kompleks dengan penurunan harga paling gila di Beijing, dari puncaknya 20.000 lebih per meter persegi, sekarang tinggal 6.000-an per meter, turun 80%. Sebuah apartemen 2 kamar tidur seluas 85 meter persegi kini hanya sekitar 80.000 yuan, sudah termasuk gudang bawah tanah dan 7 peralatan rumah tangga.”

Pasar properti yang pernah menjadi lokomotif ekonomi Tiongkok kini menghadapi longsor yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Setelah sebagian wilayah Beijing mencabut aturan pembatasan pembelian, terjadi aksi jual besar-besaran sehingga harga rumah jatuh tak terkendali. Di luar lingkar kelima seperti Huilongguan (Distrik Changping) dan Shunyi, harga rumah turun hingga 50%. Di kawasan sekitar Beijing kondisinya lebih parah, harga jatuh hanya menyisakan “sisa-sisa.”

Seorang agen properti di Beijing membocorkan bahwa harga rumah di Huilongguan sudah turun di bawah 20.000 yuan per meter persegi. Banyak warganet terkejut, mengatakan harga rumah Beijing sudah kembali ke era 10.000 yuan per meter.

Agen lain menjelaskan: “Di kompleks perumahan di Fangshan, rumah yang dulu harganya lebih dari 2 juta yuan, sekarang hanya 800.000-an yuan.”

“Pada dasarnya harga rumah di sekitar Beijing turun minimal 70%. Yang paling parah di Yongqing, dulu beli di atas 20.000 yuan per meter, sekarang dipajang hanya 4.000 yuan.”

Agen properti lain berkata: “Contohnya, di kompleks Rongze Jiayuan, Changping, sebuah unit 3 kamar tidur seluas 104 meter persegi pada Juni masih bisa terjual 5,2 juta yuan. Awal Agustus sudah turun jadi 4,6 juta, akhir Agustus langsung anjlok ke 3,85 juta yuan. Dalam sebulan turun lebih dari 15%.”

Bukan hanya Beijing, harga rumah di kota besar lain seperti Shenzhen dan Shanghai juga anjlok lebih dari 50%.

Seorang warganet Shenzhen berkata: “Dulu 128.000 yuan per meter, sekarang hanya bisa dijual 38.000 yuan. Komplek Moon Bay Garden di Nanshan yang dulu jadi primadona, kini anjlok 70%, benar-benar ‘dipotong lutut.’ Sekitar 70% pemilik di komplek itu mengalami kerugian besar.”

Seorang warganet Shanghai menuturkan: “Rumah di dalam lingkar kota Shanghai sekarang 1 juta yuan pun tak ada yang mau. Di kawasan dekat Taman Emas, Distrik Yangpu, dua unit apartemen tua kecil terjual cepat hanya dengan harga total 850.000 dan 880.000 yuan. Dulu, beli rumah di dalam lingkar kota dengan harga puluhan ribu yuan saja tidak pernah terbayangkan.”

Banyak warganet mengatakan kini banyak perusahaan besar di Shanghai melakukan PHK dan pemotongan gaji. Harga rumah di pinggiran kota kembali ke level 10 tahun lalu. Banyak orang tak mampu bayar cicilan, hingga muncul rasa iri kepada mereka yang tidak membeli rumah dan tidak memiliki utang KPR.

Ada juga yang berkomentar, “Sekarang kota-kota penuh dengan rumah kosong. Penurunan harga separuh baru permulaan, ke depannya akan lebih parah.”

Kapan pasar properti Beijing akan benar-benar mencapai titik terendah? Mungkin hanya waktu yang bisa memberi jawaban.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine