Situasi politik Partai Komunis Tiongkok (PKT) semakin penuh teka-teki, kabar pejabat tinggi bermasalah terus bermunculan. Saat ini, Liu Jianchao, Menteri Departemen Hubungan Internasional Komite Sentral PKT, telah hilang selama lebih dari sebulan dan absen dalam parade militer di Beijing. Penyebab jatuhnya Liu menimbulkan berbagai spekulasi. Ada informasi yang menyebut ia terjerat kasus kebocoran rahasia, korupsi, dan skandal seksual. Liu juga disebut sebagai “agen lama” PKT
EtIndonesia. Pada Agustus lalu, sejumlah media asing melaporkan bahwa setelah menyelesaikan kunjungan ke Singapura, Afrika Selatan, dan Aljazair pada 30 Juli, Liu Jianchao dibawa oleh pihak berwenang untuk diinterogasi pada awal Agustus. Rumahnya juga digeledah. Namun hingga kini, pihak resmi tidak membantah kabar pemeriksaannya, dan namanya masih tercantum di daftar pimpinan situs web resmi Departemen Hubungan Internasional PKT.
Media Hong Kong baru-baru ini melaporkan bahwa pekerjaan sehari-hari dan kegiatan diplomasi departemen tersebut kini dipimpin oleh Wakil Menteri Li Mingxiang, yang tampak sedang bertindak sebagai pengganti Liu.
Secara umum diyakini, masalah Liu kemungkinan terkait korupsi atau kebocoran informasi. Ada rumor ia membantu keluarga elit memindahkan sejumlah besar dana ke luar negeri, bahkan diduga terlibat kebocoran intelijen pada level inti kekuasaan PKT.
Pada 13 September, kolumnis independen Du Zheng menulis di media Taiwan Up Media bahwa seorang mantan pejabat Tiongkok mengisyaratkan kasus Liu berkaitan dengan kebocoran rahasia, dan salah satu penyebab kebocoran itu terkait dengan “wanita cantik”. Namun detailnya tidak dijelaskan.
Artikel tersebut juga mengingatkan bahwa pada 16 Maret 2015, saat menjabat sebagai Asisten Menteri Luar Negeri, Liu Jianchao dalam kunjungan ke Korea Selatan secara terbuka menyebut Ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Unifikasi Parlemen Korsel, Na Kyung-won, sebagai “wanita cantik”. Pernyataan itu dianggap tidak pantas oleh anggota parlemen Korsel.
Du Zheng menyebutkan, sistem diplomasi PKT yang melibatkan interaksi luas di dalam dan luar negeri menciptakan banyak “zona abu-abu”. Di kalangan pejabat, terutama di kedutaan besar dan konsulat, perilaku amoral seksual sangat merajalela, memberi citra buruk di dunia internasional. Kedutaan di Korea Selatan bahkan disebut sebagai salah satu titik terparah masalah ini.
Stasiun TV JTBC Korea Selatan pernah melaporkan bahwa pada 23 Februari 2016, tiga diplomat Tiongkok di Seoul terbukti melakukan pelecehan terhadap perempuan di sebuah restoran di Myeongdong, sehingga memicu kemarahan publik Korsel.
Skandal seksual di lingkaran diplomasi PKT juga kerap terjadi. Misalnya, mantan Menlu Qin Gang yang diberhentikan pada Juli 2023, kabarnya menjalin hubungan dengan seorang presenter TV hingga memiliki anak di luar nikah.
Pada Januari 2015, Asisten Menteri sekaligus Kepala Protokol Zhang Kunsheng dicopot karena menerima suap dan melakukan transaksi seks. Pada Desember 2005, Asisten Menlu Shen Guofang tiba-tiba dicopot, yang juga dikaitkan dengan skandal seksual.
Liu Jianchao dan Dugaan Kebocoran Rahasia — Disebut “Agen Lama” PKT
Liu Jianchao adalah lulusan Jurusan Bahasa Inggris Universitas Bahasa Asing Beijing angkatan 1982. Setelah lulus pada 1986, ia dikirim ke Universitas Oxford untuk belajar hubungan internasional selama satu tahun, lalu pada 1987 kembali ke Tiongkok dan masuk Kementerian Luar Negeri.
Akademisi Tiongkok di pengasingan, Yuan Hongbing, baru-baru ini membocorkan kepada media luar negeri Kan Zhongguo bahwa Liu sangat “terjerat skandal seksual”. Padahal ia sedang dalam proses dipromosikan menjadi Menteri Luar Negeri berikutnya. Namun, karena merasa terancam oleh faksi Menlu Wang Yi, yang siap melaporkan berbagai kasus korupsi dan perilakunya, Liu mencoba membuat kesepakatan dengan sebuah negara besar, menyerahkan dokumen rahasia PKT. Rencana ini dimaksudkan sebagai jaminan jalan keluar bila ia digulingkan, yakni melarikan diri ke negara tersebut.
Namun, semua gerak-geriknya sudah berada di bawah pengawasan ketat polisi rahasia PKT. Bahkan, salah satu sekretaris pribadinya ternyata anggota jaringan intelijen yang ditugaskan Xi Jinping untuk memata-matai pejabat. Rencana pengkhianatannya belum sempat terwujud, Liu sudah ditangkap dan ditahan.
Kabar di lingkaran politik Beijing menyebut, setelah ditangkap Liu mengaku dijebak oleh kelompok Wang Yi, menolak mengaku bersalah, bahkan menuduh sekretaris wanitanya memiliki hubungan terlarang dengan Wang Yi.
Selain itu, Liu Jianchao dan Qin Gang juga disebut-sebut sebagai “agen lama” PKT.
Menurut artikel Du Zheng, PKT sejak era “membuka pintu” memang gencar merekrut agen. Badan intelijen memilih kader dari kampus maupun institusi tertentu. Bahwa kepala departemen strategis seperti Departemen Hubungan Internasional berasal dari kalangan intelijen bukanlah hal aneh. Liu, yang kini menjadi menteri departemen itu, memang disebut sebagai “agen lama”.
Mantan diplomat AS John J. Tkacik Jr. dalam tulisannya di Liberty Times menyebut, ketika ia bekerja di Kantor Penghubung AS di Beijing, Kedutaan Besar AS di Tiongkok, dan sejumlah konsulat di daratan Tiongkok, ia sering berinteraksi dengan staf muda yang ditugaskan oleh Biro Layanan Diplomasi PKT. Mereka sangat bersemangat mengorek informasi internal kantor AS. Di antaranya Qin Gang, yang kelak menjadi Menlu PKT.
Tkacik menilai, Qin Gang menggunakan latar belakang jurnalistiknya sebagai “kedok diplomasi” untuk menjalankan tugas intelijen.
Artikel Du Zheng menyimpulkan, meskipun Xi Jinping saat ini belum menghadapi krisis kekuasaan langsung, namun jatuhnya satu per satu pejabat dekatnya, seperti Qin Gang dan Liu Jianchao, telah meruntuhkan wibawanya, mempercepat keruntuhan rezimnya.
Pengamat politik Zhong Yuan juga menyatakan kepada Epoch Times bahwa karena sistem tertutup PKT, publik hanya bisa berspekulasi soal kesalahan Liu. Namun, yang jelas, Liu adalah pejabat pilihan Xi Jinping.
Dua tahun terakhir, pertikaian internal di tubuh diplomasi PKT semakin sengit, saling menjatuhkan dan melaporkan, sehingga Liu hanyalah korban terbaru dari pertarungan kekuasaan.
Sumber : NTDTV.com


