Lanskap Politik Nepal Berubah: Mantan Ketua MA Sushila Karki akan Menjadi PM yang Baru

Pada Jumat (12/9/2025), Istana Kepresidenan Nepal mengumumkan bahwa mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki, akan dilantik pada hari yang sama sebagai Perdana Menteri baru Nepal. Gelombang protes anti-korupsi generasi Z yang meletus pekan ini menyebabkan perubahan besar dalam semalam, menumbangkan rezim komunis pro-Beijing. Mantan Perdana Menteri Oli melarikan diri, hingga kini keberadaannya masih menjadi misteri.

EtIndonesia. Setelah mereda gelombang protes generasi Z yang melanda Nepal, para pemimpin muda yang ikut serta dalam demonstrasi menyatakan dukungan terhadap Karki—perempuan pertama yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung—untuk menjadi perdana menteri sementara, sekaligus menyerukan pembubaran parlemen sebelumnya.

Pemimpin muda Jhunaar Ghadar mengatakan:  “Saya percaya Sushila Karki adalah sosok paling ideal untuk menjadi penjaga bangsa. Ia sangat memahami hukum dan pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung. Dalam enam bulan ke depan, setelah pemilu selesai, beliau akan membuka jalan bagi kemakmuran negara.”

Pemimpin muda Sumit Shrestha menegaskan:  “Negara kita tidak berada dalam kekosongan konstitusi. Meski ada kekosongan kepemimpinan, kita masih memiliki konstitusi dan presiden sebagai penopang. Kita akan maju sesuai konstitusi, dan telah mendorong Sushila Karki untuk memimpin negara.”

Karki, kini berusia 73 tahun, pada tahun 2016 menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Nepal, dan saat ini sudah pensiun. Ia dikenal dengan integritasnya, ketegasan, serta sikap anti-korupsinya.

Setelah protes generasi Z mereda, keamanan di Nepal telah diambil alih oleh militer. Pada  Jumat, ibu kota Kathmandu pada dasarnya sudah kembali normal. Namun, di sejumlah wilayah, pihak berwenang memperpanjang larangan berkumpul dan jam malam.

Di luar kamar jenazah salah satu rumah sakit di Kathmandu, keluarga korban protes diliputi kesedihan mendalam saat menerima kembali jenazah orang-orang terkasih mereka.

Menurut kepolisian Nepal, aksi protes anti-korupsi pekan ini telah menewaskan 51 orang dan melukai lebih dari 1.300 orang.

Pada Jumat, warga Kathmandu menggelar upacara pemakaman tradisional bagi para pengunjuk rasa dan aparat keamanan yang tewas dalam bentrokan.

Sehari sebelumnya, keluarga korban mengadakan vigil dengan menyalakan lilin di luar sebuah rumah sakit, serta mengumumkan rencana bertemu pihak militer Nepal untuk menuntut keadilan bagi kerabat mereka.

 “Kami harus memperjuangkan keadilan bagi keluarga kami yang terbunuh. Kami tidak bisa lagi terus diam,” ujar Kamal Subedi, kerabat korban. 

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine