EtIndonesia. 13 September 2025, massa besar berkumpul di London, Inggris, menggelar aksi demonstrasi besar-besaran yang disebut mencapai lebih dari satu juta orang. Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa di beberapa lokasi terjadi bentrokan antara polisi dan demonstran, dan polisi mulai melakukan penangkapan dengan kekerasan.
Aksi ini bernama “Unite the Kingdom” (Satukan Kerajaan), digelar hanya tiga hari setelah aktivis konservatif Amerika, Charlie Kirk, tewas ditembak.
Polisi setempat menyatakan jumlah peserta sekitar 110 ribu orang, namun video liputan media memperlihatkan massa yang memenuhi banyak blok jalan, jumlahnya jelas jauh melebihi klaim resmi.
Charlie Kirk is being honored on the famous Westminster Bridge by thousands of British citizens in London.pic.twitter.com/Ywqh2V54MJ
— Terrible Pics (@TerriblePic) September 13, 2025
Pihak penyelenggara “Unite the Kingdom” menyebut jumlah peserta mencapai satu juta, bahkan ada yang mengatakan hingga tiga juta. Para demonstran membawa bendera Inggris dan menyebut diri mereka patriot. Tuntutan mereka antara lain: membela kebebasan berpendapat, menolak imigrasi, serta menentang kebijakan pemerintah Inggris yang dianggap merugikan rakyat.
Di lokasi lain, berlangsung aksi tandingan bernama “Stand Up to Racism” (Berdiri Melawan Rasisme) yang diikuti beberapa ribu orang.
🚨POLICE FORCED OUT OF THE WAY
— Basil the Great (@Basil_TGMD) September 13, 2025
Unite the Kingdom supporters just push straight through!! pic.twitter.com/gephz22p0A
Video menunjukkan bahwa di sejumlah ruas jalan, polisi membentuk barikade manusia untuk menghalangi laju aksi “Unite the Kingdom”, sehingga terjadi dorong-mendorong antara kedua pihak.
🚨BREAKING: Police are now blocking and arresting patriots who are simply walking down the pre planned route and causing no trouble.
— God Save Great Britain (@GSGB01) September 13, 2025
Disgraceful. pic.twitter.com/BmSwQc8diY
Rekaman lain menunjukkan polisi mulai menangkap sejumlah demonstran di jalan, lalu menggiring mereka ke dalam mobil patroli.
Polisi menyatakan beberapa petugas diserang oleh demonstran, sementara pihak demonstran mengecam tindakan represif dan kekerasan dari polisi.
Sumber : NTDTV.com


