IAEA Mencatat Serangan di Dekat PLTN Zaporizhzhia

EtIndonesia. Tim IAEA telah mencatat serangan di dekat PLTN Zaporizhzhia, sekali lagi menyoroti ancaman yang terus berlanjut terhadap keselamatan nuklir selama perang di Ukraina, menurut Badan Tenaga Atom Internasional.

Laporan IAEA tertanggal 16 September menyatakan bahwa beberapa peluru artileri mendarat di luar PLTN Zaporizhzhia, sekitar 400 meter dari lokasi penyimpanan bahan bakar diesel. Setelah serangan tersebut, para pengamat mencatat asap hitam mengepul dari tiga lokasi di dekat PLTN.

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi mengatakan bahwa tim yang ditempatkan di Zaporizhzhia melaporkan serangan di dekatnya dan melihat asap dari tiga area yang berdekatan. PLTN mengonfirmasi kepada para inspektur bahwa peluru telah menghantam di luar lokasi, menyebabkan kebakaran vegetasi, yang kemudian dapat dipadamkan.

Tim mencatat bahwa serangan tersebut bersifat sporadis dan berlangsung selama sekitar dua jam, dimulai pukul 13 : 26 waktu setempat, termasuk tiga serangan sekitar pukul 14: 30. Suara tembakan terdengar di area dampak, dan asap kemudian terlihat dari zona administrasi utama pembangkit. Para inspektur belum dapat mengakses area tersebut, tetapi berencana untuk melakukannya setelah keadaan aman.

Meskipun tidak ada korban jiwa atau kerusakan peralatan yang dilaporkan, Grossi menekankan bahwa insiden tersebut kembali menggarisbawahi ancaman yang terus-menerus terhadap keselamatan nuklir: “Aksi militer masih membahayakan PLTN Zaporizhzhya. Apa yang dulunya hampir tak terbayangkan – penembakan atau aktivitas militer lainnya yang terjadi di dekat fasilitas nuklir utama – telah menjadi kejadian rutin selama perang yang mengerikan ini.”

Dia juga menekankan bahwa tim IAEA di PLTN Chornobyl, Rivne, Ukraina Selatan, dan Khmelnytskyi baru-baru ini mencatat peningkatan tajam dalam aktivitas militer, yang meningkatkan risiko bagi semua fasilitas nuklir di Ukraina.

Sementara itu, komunitas internasional telah memperhatikan perkembangan signifikan di Iran setelah laporan mengenai kesepakatan dengan IAEA untuk memulihkan pengawasan atas fasilitas nuklirnya.

Pada saat yang sama, Rusia terus mengisyaratkan rencana untuk memulihkan kemampuan nuklirnya, dengan menyebut apa yang disebutnya “ancaman kolosal” dari Barat dan menekankan peran potensi nuklir dalam menjaga kedaulatan negara.(yn)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine