EtIndonesia. Seorang profesor dari Universitas Cornell, Amerika Serikat, bernama Wick pernah melakukan sebuah eksperimen menarik. Dia memasukkan beberapa ekor lebah ke dalam sebuah botol kaca yang diletakkan secara horizontal. Bagian dasar botol diarahkan ke sisi yang terang oleh cahaya, sementara mulut botol tetap terbuka.
Lebah-lebah itu pun terus-menerus terbang ke arah cahaya. Mereka berulang kali menabrak dinding kaca, berusaha keras menuju tempat yang menurut insting mereka adalah jalan keluar. Namun kenyataannya, cahaya yang mereka kejar hanyalah ujung buntu. Setelah berulang kali gagal, mereka akhirnya kelelahan dan menyerah. Lebah-lebah itu hanya diam di sisi botol yang terang, nyaris tak berdaya hingga sekarat.
Kemudian, Profesor Wick mengeluarkan lebah-lebah tersebut dan menggantinya dengan beberapa ekor lalat. Botol tetap diletakkan dengan posisi yang sama. Hanya dalam beberapa menit, semua lalat berhasil terbang keluar melalui mulut botol.
Alasannya sederhana: lalat tidak terpaku pada satu arah. Mereka mencoba ke segala sisi—ke atas, ke bawah, ke arah cahaya, maupun menjauhi cahaya. Begitu menemui jalan buntu, mereka segera mengubah arah. Meski sering menabrak dinding kaca, akhirnya mereka menemukan jalannya menuju leher botol, lalu keluar dengan bebas.
Profesor Wick pun menyimpulkan sebuah pelajaran penting: Lebih baik mencoba berulang kali meski sering salah arah, daripada pasrah tanpa berbuat apa-apa.
Kesuksesan tidak memiliki rahasia besar. Kuncinya adalah berani mencoba, mengubah, mencoba lagi, berubah lagi, hingga akhirnya menemukan jalan yang benar.
Banyak orang sukses bukan karena mereka tidak pernah gagal, melainkan karena mereka lebih sering gagal, lebih sering melakukan kesalahan, dan dari situlah mereka menemukan jalannya menuju keberhasilan.Pesan yang bisa direnungkan:
Jangan takut salah langkah atau menemui kegagalan. Lebih baik banyak mencoba dan terus bergerak, daripada diam menunggu nasib. Karena jalan keluar hanya ditemukan oleh mereka yang berani mencari.(jhn/yn)


