Laporan media Palestina lokal di Gaza menyebutkan pada Senin (15 September) malam, setelah serangan udara besar-besaran Israel terhadap Kota Gaza, tank-tank Israel langsung memasuki pusat kota. Media AS juga mengutip pejabat Israel yang menyatakan bahwa militer Israel telah melancarkan serangan darat ke Kota Gaza.
EtIndonesia. Situs berita Amerika Axios melaporkan, berdasarkan sumber Israel, pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk menghancurkan organisasi bersenjata Palestina Hamas dan merebut kota tersebut.
Dalam sepekan terakhir, militer Israel telah menghancurkan puluhan gedung tinggi yang disebut digunakan Hamas untuk tujuan militer. Pada saat yang sama, Israel menyerukan sekitar 1 juta warga Palestina di Kota Gaza untuk bergerak ke selatan menuju apa yang disebut “zona aman kemanusiaan.” Pihak Israel menyatakan, sejauh ini sekitar 300 ribu warga Palestina telah meninggalkan Kota Gaza.
Axios melaporkan, beberapa jam sebelum operasi militer Israel dimulai, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio baru saja bertemu dengan Netanyahu dan sejumlah pejabat tinggi kabinet Israel.
Dua pejabat Israel mengatakan, Rubio menyampaikan kepada Netanyahu bahwa pemerintahan Trump mendukung operasi darat, namun berharap operasi bisa segera dimulai dan segera diakhiri.
Seorang pejabat senior Israel mengatakan: “Rubio tidak menginjak rem atas operasi darat ini.” Seorang pejabat AS juga menyatakan, pemerintahan Trump tidak akan menghalangi Israel, dan akan membiarkan Israel sendiri menentukan jalannya perang di Gaza. “Ini bukan perang Trump, ini adalah perang Bibi (julukan Netanyahu). Apa pun yang terjadi di masa depan, ia harus menanggung konsekuensinya.”
Laporan menyebutkan, termasuk Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF) Eyal Zamir, pimpinan badan intelijen Mossad, Badan Keamanan Nasional (Shin Bet), serta unit intelijen militer, semuanya pernah memberi saran kepada Netanyahu untuk menentang peluncuran operasi ini. Mereka menilai langkah ini bisa membahayakan nyawa sandera Israel, menimbulkan banyak korban di pihak militer Israel, dan belum tentu bisa benar-benar menghancurkan Hamas.
Laporan juga menyebutkan, bersamaan dengan masuknya tank-tank Israel ke Kota Gaza, Presiden Trump memperingatkan Hamas agar tidak mencelakai 20 sandera Israel yang masih mereka tahan.
Sumber : NTDTV.com


