Trump Tiba di Inggris, Bertemu Raja Charles dan PM Keir Starmer

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Inggris pada  16 September 2025 waktu setempat dalam rangka kunjungan kenegaraan selama dua hari. Dalam kunjungan ini, ia dijadwalkan bertemu Raja Charles, Perdana Menteri Keir Starmer, serta menyaksikan penandatanganan perjanjian investasi dan kemitraan senilai puluhan miliar dolar AS.

Kunjungan kenegaraan terakhir Trump ke Inggris berlangsung pada 2019 di masa kepresidenannya yang pertama, ketika ia dijamu Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham. Dengan kunjungan kali ini, Trump menjadi presiden AS pertama yang diundang dua kali untuk kunjungan kenegaraan oleh seorang raja Inggris.

“Hubungan saya sangat baik dengan Inggris, dan Charles, seperti yang Anda tahu, sekarang adalah Raja, dia teman saya. Ini pertama kalinya seseorang mendapat kehormatan dua kali,” kata Trump kepada wartawan sebelum keberangkatannya, Selasa.

“Mereka ingin melihat apakah bisa menyempurnakan sedikit perjanjian dagang. Kami sudah membuat perjanjian, dan itu perjanjian yang bagus. Saya akan membantu mereka.”
Undangan resmi itu disampaikan pada Februari, ketika Starmer menyerahkan surat dari Raja Charles kepada Trump di Gedung Putih.

“Ini benar-benar istimewa,” kata Starmer saat memegang surat tersebut. “Belum pernah terjadi sebelumnya; ini sungguh bersejarah.”

 “Jawabannya iya,” timpal Trump. “Kami menantikan berada di sana dan memberi penghormatan kepada Raja.”

Beberapa jam kemudian, dalam konferensi pers bersama, Trump menyebut undangan tersebut sebagai sesuatu yang “bersejarah”.
“Itu kehormatan besar karena belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Trump, didampingi Ibu Negara Melania Trump, mendarat di Bandara London Stansted pukul 21.07 waktu setempat pada Selasa malam. Mereka akan menginap di kediaman duta besar AS di Regent’s Park.

Acara resmi dimulai Rabu pagi dengan penyambutan kenegaraan di Kastel Windsor, tempat keluarga kerajaan menjamu Trump karena Istana Buckingham sedang direnovasi. Trump dan Melania akan disambut Pangeran William dan Putri Catherine, sebelum kemudian diterima secara resmi oleh Raja dan Ratu. Upacara penyambutan dilanjutkan dengan jamuan makan siang di State Dining Room.

Siang harinya, Trump dan istrinya akan meletakkan karangan bunga di makam Ratu Elizabeth II. Pada malam hari, mereka akan menghadiri jamuan kenegaraan yang digelar keluarga kerajaan di Kastel Windsor.

Pada Kamis, Trump dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan Starmer, dilanjutkan dengan resepsi bisnis dan konferensi pers.

“Kunjungan kenegaraan kedua yang bersejarah ini akan menegaskan kembali hubungan istimewa antara Amerika Serikat dan Inggris,” kata seorang pejabat senior AS dalam pemaparan. “Selain itu, kunjungan ini juga merayakan 250 tahun mendekati peringatan berdirinya Amerika Serikat.”

Delegasi presiden meliputi Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, Duta Besar Warren Stephens, Utusan Khusus Steve Witkoff, dan Kepala Staf Susie Wiles.

Fokus kunjungan adalah memperkuat kerja sama di bidang sains dan teknologi, energi nuklir sipil, teknologi pertahanan, serta mempererat hubungan sektor keuangan kedua negara.

Kesepakatan energi nuklir yang akan diumumkan dalam pertemuan bilateral bertujuan untuk “mencapai kemandirian penuh dari bahan bakar nuklir Rusia pada 2028,” ujar pejabat senior lainnya.

Amerika Serikat dan Inggris sebelumnya mengumumkan pada 8 Mei bahwa mereka telah mencapai kesepakatan umum terkait perjanjian dagang setelah berbulan-bulan negosiasi. Pada 16 Juni, Trump dan Starmer menandatangani perjanjian itu di sela-sela KTT G7 di Kanada.

Kesepakatan tersebut memberikan akses pasar lebih luas bagi sejumlah produk AS, termasuk daging sapi, etanol, dan produk pertanian tertentu. AS juga mengizinkan impor tahunan hingga 100.000 kendaraan dari Inggris dengan tarif 10 persen. Selain itu, ditetapkan kuota bebas tarif untuk baja dan aluminium buatan Inggris serta produk turunannya.

Kedua negara juga sepakat untuk merundingkan “perlakuan istimewa” bagi produk farmasi Inggris serta membebaskan tarif perdagangan bilateral untuk produk kedirgantaraan tertentu.

Sumber : Theepochtimes.com

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine