EtIndonesia. PROVO, Utah — Tyler James Robinson, 22 tahun, nyaris tak bergerak sepanjang sidang perdananya pada 16 September atas dakwaan pembunuhan berencana dan tuduhan lainnya, enam hari setelah penembakan yang menewaskan komentator konservatif Amerika Serikat, Charlie Kirk.
Robinson ditahan di Penjara Utah County, Amerika Serikat. Ia tampil melalui layar video di Pengadilan Distrik Yudisial Keempat di hadapan Hakim Tony Graf.
Terdakwa sedikit menunduk dan menyebutkan nama lengkapnya ketika hakim memintanya. Hakim kemudian membacakan seluruh dakwaan terhadapnya, sekaligus menyetujui permintaan perintah perlindungan yang diajukan janda korban, Erika Kirk. Rincian perintah tersebut belum segera tersedia.
Sidang yang berlangsung 14 menit itu hanya dihadiri hakim, sejumlah wartawan, dan staf pengadilan. Wakil Jaksa Wilayah, Chad Grunander, mengatakan baru saja mengajukan pemberitahuan bahwa pihaknya menuntut hukuman mati.
Pakaian tanpa lengan yang dikenakan Robinson menyerupai “rompi anti bunuh diri” yang biasa digunakan pihak penjara untuk mencegah tahanan menyakiti diri sendiri; rompi itu tampak memiliki perekat di atas bahu kiri terdakwa.
Robinson beberapa kali menganggukkan kepala menanggapi pernyataan hakim. Graf menyatakan Robinson sebagai pihak tidak mampu (indigent) dan akan menunjuk pengacara untuk mendampinginya. Hakim juga mengingatkan bahwa semua pernyataan Robinson dalam sidang bisa digunakan untuk menjeratnya, sehingga ia berhak memilih diam untuk menjaga hak Amandemen Kelima atas perlindungan dari kesaksian yang memberatkan diri sendiri.
Hakim juga menetapkan Robinson tetap ditahan tanpa jaminan. Sidang berikutnya dijadwalkan pada 29 September, juga melalui video.
Dakwaan terhadap Robinson mencakup pembunuhan dengan pemberatan, pelepasan senjata api secara melawan hukum yang menyebabkan luka serius, dua dakwaan menghalangi proses peradilan, dua dakwaan mengintimidasi saksi, serta tindak kekerasan yang dilakukan di hadapan anak. Hal itu diumumkan sebelumnya oleh Jaksa Wilayah Utah, Jeff Gray.
Sidang ini merupakan langkah awal dalam kasus Robinson. Menjawab pertanyaan The Epoch Times, Gray mengatakan otoritas federal akan menentukan apakah akan mengajukan dakwaan tambahan, yang bisa memengaruhi jalannya proses hukum di tingkat negara bagian.
Wakil Direktur FBI, Dan Bongino, mengatakan di acara Megyn Kelly Show bahwa anggapan penyelidikan pembunuhan Kirk telah selesai adalah “sangat keliru.”
“Kami akan menelusuri semua petunjuk … Kami sama sekali belum selesai memeriksa kemungkinan adanya dukungan atau keterlibatan pihak lain dalam kasus ini,” ujarnya.
Jaksa wilayah mengatakan sejauh ini belum ada informasi mengenai dakwaan terhadap individu lain, namun kepolisian masih “mengejar semua petunjuk.”
Gray juga mengungkapkan dalam konferensi pers bahwa DNA yang sesuai dengan Robinson ditemukan pada pelatuk senapan yang diyakini digunakan dalam penembakan.
“Pembunuhan Charlie Kirk adalah sebuah tragedi bagi Amerika,” kata Gray, menyampaikan belasungkawa dan doa kepada keluarga Kirk.
Robinson ditangkap pekan lalu setelah buron selama 33 jam. Ia menyerahkan diri setelah dibujuk keluarganya.
Ibunya menghubungi Robinson setelah melihat rekaman penembakan dan memastikan bersama suaminya bahwa pelaku memang tampak seperti anak mereka. Dengan bantuan seorang teman keluarga yang berhubungan dengan aparat, kedua orang tua akhirnya berhasil membujuk Robinson untuk menyerahkan diri, setelah ia sempat mengisyaratkan niat mengakhiri hidupnya.
Menurut Gray, Robinson mengakui kepada orang tuanya bahwa dialah pelaku penembakan. Ketika ditanya alasannya, ia mengatakan karena terlalu banyak “kejahatan” di dunia, dan ia meyakini Kirk “menyebarkan terlalu banyak kebencian.”
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengucapkan terima kasih kepada Jaksa Agung Pam Bondi dan Direktur FBI Kash Patel atas respons mereka terhadap kasus pembunuhan Kirk.
“Saya pikir [Bondi] telah melakukan pekerjaan luar biasa … dan [Patel], lihat apa yang ia lakukan terhadap orang jahat ini … ia menyelesaikannya hanya dalam dua hari,” kata Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih pada 16 September, merujuk pada penangkapan tersangka pembunuh.
“Butuh waktu empat hari, lima hari, bahkan empat tahun dalam beberapa kasus penembakan lainnya,” tambah Trump. Ia juga menyatakan memiliki “kepercayaan penuh kepada semua orang di pemerintahan.”
Jack Phillips turut berkontribusi dalam laporan ini
Sumber : Theepochtimes.com


