Cermin

EtIndonesia. Pintu masuk ke ruang fitness terbuat dari kaca bening, sehingga apa pun di dalamnya bisa terlihat jelas. Tepat di luar pintu, ada deretan sofa berwarna jingga kemerahan.

Sofa itu benar-benar tampak nyaman. Seusai makan siang, saat rasa kantuk menyerang, warna jingga itu seolah memanggil-manggil untuk segera diduduki.

Aku pun duduk dan berniat memejamkan mata sejenak. Namun ketika tubuhku bersandar ke belakang, aku justru berhadapan dengan sebuah cermin besar di dalam ruang fitness. Di sana, aku melihat bayangan diriku sendiri yang sedang menguap, wajah lesu, dan penuh keletihan.

Aku mendadak merasa tidak nyaman. Dengan paksa aku menegakkan tubuh kembali, menarik napas dalam-dalam, lalu duduk tegak. Kantuk masih ada, tetapi aku tidak sanggup lagi untuk tidur.

Beberapa menit kemudian, rasa gelisah datang. Tatapan mataku tak bisa lepas dari bayangan diri di cermin—kening berkerut, tangan menggaruk kepala, wajah muram. Semua itu terasa menyebalkan. Aku akhirnya berdiri dan berjalan turun.

Fenomena Sofa Jingga

Setengah jam kemudian, aku kembali ke lantai atas. Banyak orang berkerumun di sekitar ruang fitness. Anehnya, aku mendapati pola yang sama: setiap kali seseorang duduk di sofa jingga itu, beberapa menit kemudian dia bangkit dan memilih berdiri di samping, meskipun jelas sofa itu masih empuk dan warnanya tetap cerah seperti baru.

Fenomena kecil ini sungguh menarik.

Kisah Cermin di Lift

Aku juga pernah membaca sebuah cerita tentang cermin. Di sebuah gedung, kasus pelecehan sering terjadi di dalam lift. Hingga suatu hari seseorang mengusulkan solusi sederhana: pasang tiga cermin besar di dinding lift. Hasilnya luar biasa—kejadian semacam itu langsung menurun drastis.

Mengapa? Karena setiap orang enggan melihat wajah dirinya yang jelek ketika sedang melakukan hal tercela.

Pesan Kehidupan

Sebenarnya, banyak orang kehilangan semangat dan hidup tanpa arah bukan karena tidak punya kesempatan, melainkan karena mereka tidak pernah benar-benar “bercermin”. Mereka tidak sadar betapa buruknya keadaan diri sendiri.

Cermin tak pernah berbohong. Kadang, yang kita butuhkan hanyalah berani menatap diri sendiri—lalu memperbaikinya.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine