EtIndonesia. Diplomasi antara Israel dan Suriah berada pada titik kritis: kedua negara dilaporkan sedang menjajaki sebuah perjanjian keamanan yang bisa diteken sebelum penghujung tahun 2025. Bila terealisasi, kesepakatan tersebut dapat mengubah peta keamanan Timur Tengah, khususnya zona perbatasan selatan Suriah.
Latar Belakang & Pemicu Negosiasi
Sejak kejatuhan rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, pemerintah baru Suriah yang dipimpin oleh Presiden Ahmed al-Sharaa mencoba menstabilkan situasi domestik sambil menangani tekanan keamanan dari luar, terutama dari Israel.
Israel sendiri telah melakukan banyak operasi udara dan gerakan militer (incursions) di wilayah selatan Suriah, termasuk serangan udara yang seringkali memicu kritik dari Suriah dan komunitas internasional.
Satu lagi faktor penting: peran mediasi Amerika Serikat. AS memainkan peran sebagai fasilitator dalam pembicaraan ini, dengan tujuan diplomasi bahwa suatu kemajuan bisa diumumkan sebelum Sidang Umum PBB tahun ini.
Isi Proposal dan Poin Perselisihan
Berdasarkan laporan media dan sumber diplomatik terkini, inilah beberapa komponen utama dari proposal yang diajukan dan hambatan-yang belum disepakati:
Perkembangan Terkini (September 2025)
- 17–18 September 2025: Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menyatakan bahwa pembicaraan dengan Israel dapat menghasilkan kesimpulan “dalam beberapa hari ke depan”.
- Pada waktu yang hampir bersamaan, Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shibani melakukan kunjungan ke Washington D.C., dalam rangka melobi penghapusan sanksi AS yang disebut sisa dari “Caesar Act”.
- Sumber-sumber diplomatik melaporkan bahwa Israel telah menyerahkan proposal ke Suriah dan Suriah kini sedang menyiapkan tanggapan balik.
Implikasi Potensial
Jika perjanjian keamanan ini tercapai, berikut beberapa dampak yang mungkin timbul:
- Reduksi eskalasi militer – Penghentian atau pengurangan serangan udara dan operasi lintas perbatasan Israel di selatan Suriah bisa mengurangi ketegangan dan korban sipil.
- Penetapan zona demiliterisasi – Jika disepakati, negara-negara tetangga dan pihak internasional akan memperhatikan bagaimana zona tersebut diawasi, apakah oleh pasukan U-N / pengamat internasional dan bagaimana mekanisme pencabutan atau pelanggaran aturan zona.
- Penguatan kedaulatan Suriah – Bagi Suriah, menjaga kendali minimal di beberapa wilayah, termasuk wilayah udara, akan menjadi syarat utama agar kesepakatan dianggap adil.
- Peran Amerika Serikat dan komunitas internasional – Keberhasilan perjanjian cenderung tergantung pada dukungan diplomatik maupun jaminan keamanan dari AS dan negara-negara lain, juga kemungkinan bahwa sanksi akan dilonggarkan jika Suriah memenuhi beberapa komitmennya.
- Masalah Golan Heights tetap sensitif – Meskipun belum dibahas secara serius dalam proposal awal, Golan Heights mungkin akan menjadi isu besar dalam pembicaraan jangka panjang.
Tantangan & Hambatan
Walau ada harapan, beberapa hambatan nyata bisa menghambat tercapainya kesepakatan:
- Ketidakpercayaan historis sejak konflik berkepanjangan dan operasi militer Israel di dalam wilayah Suriah.
- Kedaulatan dan kontrol wilayah udara yang menjadi inti perselisihan. Suriah ingin mempertahankan haknya untuk pertahanan, Israel ingin membatasi potensi ancaman dari dalam Suriah.
- Reaksi domestik di Suriah dan pendukung rezim sebelumnya, yang mungkin melihat setiap pembatasan sebagai kompromi yang terlalu besar.
- Tuntutan Israel terhadap keamanan dan pengawasan terutama terkait pengaruh Iran / kelompok milisi yang terkait Iran, yang dianggap oleh Israel sebagai ancaman signifikan dari dalam Suriah selatan.
- Waktu dan politik global juga bisa memengaruhi; adanya tekanan dari AS dan keinginan AS untuk menunjukkan hasil diplomasi menjelang Sidang Umum PBB adalah faktor yang mempercepat, tapi juga bisa menimbulkan kompromi yang diperebutkan.
Kesimpulan
Negosiasi antara Israel dan Suriah saat ini mewakili suatu fase penting dalam dinamika keamanan Timur Tengah. Walau saat ini belum ada teks final, harapan bahwa sebuah security agreement bisa diteken sebelum akhir 2025 nyata, dengan sejumlah proposal yang sudah di atas meja dan respons Suriah yang sedang diformulasikan.
Keberhasilan kesepakatan ini akan sangat tergantung pada seberapa besar syarat‐sarat utama Suriah bisa dipenuhi — terutama soal kontrol wilayah, pembatasan militer, dan penghentian serangan — dan seberapa besar Israel yakin bahwa kesepakatan tersebut menjaga kepentingan keamanannya. (***)


