Strategi Gila Trump: Mau Rampas Lagi Pangkalan Udara Raksasa Afghanistan

EtIndonesia. Pada 18 September 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahan AS sedang berupaya untuk mengambil kembali kendali atas Pangkalan Udara Bagram (Bagram Airfield/Air Base) di Afghanistan yang sejak Agustus 2021 berada di bawah kontrol Taliban. 

Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer saat kunjungan kenegaraan Trump ke Inggris. 

Latar Belakang

  • Pangkalan Bagram, yang terletak di Provinsi Parwan, sekitar 11 km tenggara kota Charikar, sejak dahulu merupakan fasilitas militer utama AS di Afghanistan. 
  • AS mulai menarik diri dari Afghanistan setelah perjanjian damai antara pemerintahan Trump dan Taliban yang ditandatangani 29 Februari 2020 di Doha, yang memuat persyaratan penarikan pasukan secara bertahap.
  • Eksekusi penarikan pasukan dan kontrol pangkalan, termasuk Bagram, terjadi dalam periode yang dipandang oleh banyak pihak sebagai kacau, terutama saat jatuhnya Kabul ke tangan Taliban pada pertengahan Agustus 2021.

Apa yang Trump Katakan

Dalam konferensi pers:

  • Trump menyebut bahwa dia “mencoba” mendapatkan kembali Bagram.
  • Dia mengkritik cara penarikan AS dari pangkalan itu sebagai “diserahkan begitu saja” di bawah pemerintahan Joe Biden.
  •  
  • Trump menekankan bahwa Bagram bukan hanya pangkalan militer biasa, melainkan “salah satu pangkalan udara terbesar di dunia.”
  •  
  • Salah satu alasan strategis yang dia kemukakan adalah kedekatan geografis dengan lokasi “pengembangan nuklir Tiongkok,” meskipun keterangan spesifik tentang apa maksud “lokasi pengembangan nuklir” itu tidak dijelaskan lebih lanjut dalam pernyataan publiknya.

Verifikasi Klaim dan Realitas

Pernyataan Trump menimbulkan sejumlah pertanyaan dan verifikasi kebutuhan atas beberapa klaim:

  1. Kedekatan Bagram ke “lokasi pengembangan nuklir Tiongkok”
    • Hingga kini tidak ada bukti publik yang diverifikasi secara independen bahwa pangkalan Bagram secara langsung dekat dengan fasilitas nuklir Tiongkok. Klaim ini belum dikonfirmasi oleh Pentagon atau lembaga intelijen publik dalam sumber-sumber utama.
  1. Kontrol atas pangkalan dan negosiasi dengan Taliban
    • Sementara Trump menyebut kemungkinan untuk mendapatkan persetujuan Taliban, belum ada konfirmasi resmi atau bukti konkret tentang negosiasi formal atau kesepakatan yang telah tercapai.
  • Beberapa pejabat AS memperingatkan bahwa mengambil alih pangkalan ini bisa menyerupai re-invasi Afghanistan, karena membutuhkan banyak pasukan, dukungan logistik besar, dan sistem pertahanan udara yang memadai.
  1. Tantangan operasional dan keamanan
    • Sejak ditinggalkan, pangkalan mengalami kerusakan, pemeliharaan yang minim, dan kemungkinan tidak siap untuk langsung dioperasikan seperti sebelumnya. 
    •  
    • Area sekitar, kondisi medan, serta keamanan dari kelompok-kelompok seperti ISIS atau elemen ekstremis lokal menjadi faktor risiko besar.

Implikasi Geopolitik

  • Upaya ini jika dilanjutkan, akan memperkuat persepsi AS yang ingin kembali memainkan peran militer aktif di Asia Selatan sebagai bagian dari strategi menghadapi pengaruh Tiongkok dan Rusia.
  • Bisa menjadi sumber ketegangan diplomatik, khususnya dengan negara-negara tetangga Afghanistan seperti Pakistan, Iran, serta dengan Taliban sebagai penguasa de facto di Afghanistan.
  • Di dalam negeri AS, isu penarikan dan kebijakan luar negeri Afghanistan tetap menjadi tema politik yang diperdebatkan, terutama kritik terhadap manajemen penarikan pasukan dan bagaimana warisan AS di Afghanistan diurus setelah 2021.

Kesimpulan

Pernyataan Donald Trump pada 18 September 2025 bahwa AS berusaha merebut kembali Bagram Air Base dari Taliban mencerminkan dorongan kebijakan luar negeri yang agresif dan simbolis, dengan motivasi strategis melawan Tiongkok dan kritik terhadap pemerintahan AS sebelumnya. Namun, banyak klaim yang ia ajukan belum diverifikasi sepenuhnya oleh pihak-pihak independen, dan tantangan taktis, operasional, dan diplomatik yang besar tetap harus diatasi jika langkah tersebut diwujudkan. (***)A

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine