Hasil Studi : Resistensi Insulin adalah Pemicu Senyap Kanker Pankreas

Kelebihan insulin menstimulasi berlebihan dan menyebabkan peradangan pada sel pankreas, mengubahnya ke dalam kondisi prakanker


George Citroner

Resistensi insulin—ketidakmampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah dengan benar—mungkin merupakan pembunuh senyap yang mengintai pankreas, menyebabkan peradangan dan mutasi sel-selnya menjadi bom waktu.

Penelitian menunjukkan adanya kaitan antara peningkatan insulin, yang berhubungan dengan pola makan buruk dan obesitas, dengan berkembangnya kanker pankreas, yang merupakan penyebab kematian kanker peringkat ketiga di Amerika Serikat.


Bagaimana Insulin Tinggi Menyebabkan Kanker Pankreas

Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel-sel tubuh tidak merespons secara efektif terhadap insulin, hormon yang diproduksi pankreas untuk memicu sel menarik gula dari darah sebagai sumber energi. Resistensi insulin menyebabkan kadar gula darah meningkat dan bisa memicu diabetes tipe 2.

Resistensi insulin yang berkaitan dengan obesitas dan diabetes merupakan faktor risiko yang diketahui untuk kanker pankreas. Penelitian dari University of British Columbia (UBC) yang diterbitkan di Cell Metabolism menjelaskan bagaimana hal ini terjadi. Kelebihan insulin menstimulasi berlebihan sel-sel pankreas yang menghasilkan enzim pencernaan. Hal ini memicu peradangan, mengubah sel-sel tersebut ke dalam kondisi prakanker.

“Temuan ini memiliki implikasi paling kuat bagi mereka yang mengetahui bahwa mereka memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan adenokarsinoma duktal pankreas [bentuk paling umum], tetapi juga relevan untuk semua orang,” kata penulis studi sekaligus peneliti UBC, James Johnson dan Janel Kopp, kepada The Epoch Times melalui email.

“Data kami menunjukkan bahwa risiko lebih tinggi terhadap kanker pankreas yang terkait dengan pola makan buruk dan obesitas mungkin disebabkan oleh tingginya kadar insulin dalam kondisi tersebut,” lanjut mereka. Studi ini juga menyarankan bahwa menurunkan insulin melalui obat, diet, atau olahraga bisa mencegah kanker pankreas.

Studi ini mengungkapkan peran insulin dalam memulai kanker pankreas, ujar Dr. Emily Gallagher, asisten profesor di Divisi Endokrinologi, Diabetes, dan Penyakit Tulang di Mount Sinai Health System, kepada The Epoch Times.

“Studi ini menunjukkan pentingnya reseptor insulin dalam mengatur produksi enzim pencernaan dan peradangan di pankreas,” jelasnya, sambil menekankan bahwa pertanyaan penting berikutnya adalah bagaimana informasi ini dapat digunakan untuk mengurangi risiko kanker pankreas pada orang dengan kadar insulin tinggi.


Bagaimana Insulin Bisa Memicu Pertumbuhan Sel Kanker

Kadar insulin tinggi, atau hiperinsulinemia, terjadi ketika insulin melebihi batas normal. Ini biasanya muncul ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin—sel-sel otot, lemak, dan hati berhenti merespons secara normal terhadap insulin.

Selain kanker pankreas, insulin tinggi juga telah dikaitkan dengan kanker kolorektal, payudara, endometrium, hati, ovarium, dan lambung, kata Dr. Gallagher.

Dalam sebuah artikel ulasan yang diterbitkan di Nature, ia menyebutkan masalah metabolisme insulin sebagai hambatan dalam pengobatan kanker.

Dengan meningkatnya obesitas dan diabetes di seluruh dunia serta kesadaran bahwa insulin tinggi mungkin berkontribusi pada kegagalan pengobatan, pemahaman tentang sinyal insulin dalam perkembangan kanker menjadi sangat penting, menurut ulasan tersebut.

Tidak seperti sel normal, sel kanker sangat bergantung pada glukosa sebagai sumber energi utama karena tidak bisa memetabolisme lemak. Membatasi asupan glukosa melalui diet dapat membantu “menggencet” dan membunuh sel kanker.

Sel kanker sangat menyukai gula—dan gula darah tinggi akibat resistensi insulin mempercepat pertumbuhannya. Obat diabetes metformin, yang menurunkan kadar gula darah, mungkin memiliki efek melawan kanker, menurut studi 2023 yang diterbitkan di Diabetes Care. Obat ini meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi produksi glukosa di hati.


Mengendalikan Kadar Gula Darah adalah Kunci

Kadar insulin tinggi bisa muncul bertahun-tahun sebelum kadar gula darah dan diabetes terdiagnosis, kata Dr. Gallagher.

“Karena itu, orang yang memiliki sindrom metabolik, obesitas, atau pradiabetes berisiko lebih besar terkena kanker akibat kadar insulin tinggi, bahkan tanpa adanya gula darah tinggi,” jelasnya.

Strategi untuk menurunkan kadar insulin yang beredar di tubuh juga dapat mengurangi risiko kanker. Diet, olahraga, penurunan berat badan—semua dapat membantu menurunkan kadar insulin.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pasien operasi bariatrik, yang cenderung memiliki kadar insulin lebih rendah setelah operasi, memiliki risiko lebih kecil terkena kanker.

Ada strategi efektif untuk membantu orang menjaga kadar gula darah tetap sehat.


1. Konsumsi Pola Makan Seimbang dan Bergizi

Mengonsumsi makanan utuh seperti buah, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian membantu mengatur gula darah. Fokus pada makanan tinggi serat karena dicerna lebih lambat dan mencegah lonjakan gula. Pilih lemak sehat seperti alpukat dan kacang dibandingkan lemak jenuh atau trans.

2. Perhatikan Porsi

Bahkan makanan sehat bisa memicu lonjakan gula darah jika dimakan berlebihan. Kendalikan porsi dengan menggunakan piring kecil, menakar makanan, dan menerapkan mindful eating (makan dengan penuh kesadaran), yaitu memperhatikan rasa, tekstur, dan sensasi makanan sambil menghindari distraksi dan makan berlebihan. Cara ini dapat membantu mencegah overeating dan mendorong pola makan lebih sehat.

3. Olahraga Teratur

Olahraga teratur bermanfaat bagi penderita diabetes maupun mereka yang berisiko. Olahraga meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga lebih mudah menjaga gula darah tetap sehat. Aktivitas ringan setelah makan juga bisa membantu langsung mengendalikan lonjakan gula darah.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine