EtIndonesia. Pada 18 September 2025 malam, dalam pertandingan pembuka Grup E Liga Champions Asia Elite (ACL Elite) divisi kedua, Beijing Guoan menjamu Hanoi Police FC dari Vietnam di kandang sendiri. Menjelang akhir pertandingan, terjadi keributan besar antara kedua tim hingga memicu perkelahian massal di lapangan.
Video yang beredar memperlihatkan, pada menit ke-80 saat skor imbang 2-2, bek Beijing Guoan, He Yupeng, bertabrakan dengan salah satu pemain Vietnam. He tiba-tiba memegangi wajahnya dan jatuh di luar garis lapangan.
Lalu, petugas medis yang membawa kotak P3K sudah bersiap menolong, tetapi He malah berguling kembali masuk ke dalam lapangan. Seorang pemain Vietnam kemudian menarik kakinya untuk mengeluarkannya dari lapangan, namun He langsung bangkit dan menyerang balik. Insiden ini memicu keributan fisik antar banyak pemain, membuat suasana kacau.
Di tribun, suporter China melempar botol air, menyiramkan air, dan melontarkan makian ke arah pemain Vietnam. Pemain Vietnam yang marah menendang papan iklan di pinggir lapangan.
Beberapa warganet yang menonton tayangan ulang berpendapat bahwa pemain Vietnam sebenarnya tidak mengenai wajah He Yupeng. Menurut mereka, He berpura-pura cedera untuk mengulur waktu, lalu dengan sengaja berguling masuk ke lapangan. Sehingga, keputusan wasit yang menyatakan He melakukan pelanggaran dianggap tepat.
Ada pula kritik terhadap siaran langsung CCTV yang dituduh “berbohong” dalam komentarnya.
Komentar warganet:
- “Itu jelas bukan pelanggaran. Pemain Vietnam sudah mengenai bola duluan dan langsung menarik kakinya. Tidak ada niat menendang lawan.”
- “He yang justru menabrakkan kepalanya ke kaki lawan. Kalau bukan dia yang pelanggaran, siapa lagi?”
- “Penyebab keributan justru karena pemain Guoan yang sudah di luar lapangan malah berguling kembali masuk.”
- “Ini pertandingan sepak bola atau ajang berantem?”
- “Pemain Liga Super China kalau latihan sekuat saat berantem, kualitas mereka pasti tidak separah ini.”
Ada pula yang menyindir:
- “Skor imbang 2-2 di kandang sendiri, lawan tim Vietnam, masih saja pura-pura cedera untuk buang waktu. Memalukan.”
- “Lucu sekali, pemain yang tadinya cedera parah langsung ‘sembuh’ begitu diajak ribut.”
- “Beberapa hari lalu ribut dengan suporter, sekarang ribut dengan lawan. Jago berantem, tapi sepak bolanya payah.”
Memang, pada 31 Agustus lalu, setelah kalah telak 0-6 melawan Shandong Taishan, beberapa pemain Beijing Guoan juga sempat bentrok dengan suporter di hotel. Ada yang saling maki, bahkan pemain hampir menyerang suporter sebelum ditenangkan oleh manajer hotel.
Sekilas tentang ACL Elite:
Liga Champions Asia Elite (AFC Champions League Elite, disingkat ACL Elite) adalah kompetisi tahunan antarklub Asia yang diselenggarakan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Sumber : NTDTV.com


