EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (19 September) menandatangani perintah eksekutif yang menaikkan biaya aplikasi visa kerja H-1B menjadi 100.000 dolar AS per tahun (Rp1,66 M). Pemegang visa H-1B yang masuk ke AS setelah perintah eksekutif berlaku, yakni pada 21 September pukul 00:01 dini hari waktu Pantai Timur, wajib membayar biaya tambahan. Begitu kabar ini keluar, harga tiket pesawat dari Shanghai ke AS langsung melonjak tajam.
“Kita harus mempekerjakan orang Amerika, jadi ini adalah dorongan untuk merekrut tenaga kerja dalam negeri,” katanya.
Dalam upacara penandatanganan, Trump menekankan bahwa kenaikan biaya visa H-1B bertujuan menjamin prioritas pekerjaan bagi warga AS, sekaligus memperketat syarat bagi pekerja asing. Hanya orang yang benar-benar unggul yang bisa bekerja di Amerika Serikat.
Menteri Perdagangan AS Howard W. Lutnick. menyatakan bahwa baik perpanjangan maupun aplikasi pertama kali sama-sama dikenai biaya.
“Kalau ingin melatih tenaga kerja, latihlah lulusan universitas terkemuka di Amerika. Latih orang Amerika, jangan lagi membawa masuk orang asing untuk merebut pekerjaan kita,” katanya.
Menteri Perdagangan AS Lutnik: “Itulah arti imigrasi: mempekerjakan orang Amerika, memastikan yang masuk adalah yang paling top. Jangan lagi sembarangan memberikan visa gratis kepada orang untuk masuk ke AS.”
Visa H-1B awalnya ditujukan untuk mendatangkan tenaga asing paling cerdas dan berkualitas tinggi bagi perusahaan-perusahaan AS, guna mengisi posisi keahlian yang sulit dipenuhi warga negara atau penduduk tetap.
Namun kini, visa ini justru berkembang menjadi jalur bagi pekerja luar negeri, bahkan banyak yang masuk AS dengan H-1B untuk pekerjaan berlevel rendah.
Setiap tahun, ada 85.000 visa H-1B yang diberikan lewat sistem undian, dan sebagian besar digunakan oleh perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Tata Consultancy, Microsoft, Apple, dan Google.
Presiden Trump menegaskan bahwa kenaikan biaya ini tidak akan mendapat penolakan dari perusahaan teknologi besar.
“Semua pihak merasa senang. Dengan begini kita bisa mempertahankan orang-orang yang benar-benar berbakat. Dalam banyak kasus, perusahaan rela membayar mahal untuk mereka, dan mereka sangat puas dengan kebijakan ini,” kata Trump.
Menurut laporan media Tiongkok, beberapa warga Tiongkok pemegang visa H-1B sudah menerima email dari tempat kerjanya pada Jumat malam, yang sangat menyarankan mereka untuk kembali ke AS sebelum Minggu tengah malam.
Akibatnya, harga tiket pesawat dari Shanghai ke AS meroket. Misalnya, tiket Shanghai–Honolulu pada Sabtu yang biasanya seharga 4.000–5.000 yuan, melonjak menjadi lebih dari 10.000 yuan.
Sumber : NTDTV.com


