EtIndonesia. Sejak tahun 2000, tim peneliti dari Northwestern University, Amerika Serikat, telah mengikuti kelompok lansia yang disebut “super senior”. Mereka berusia di atas 80 tahun, tetapi skor daya ingatnya setara dengan orang berusia di bawah 30 tahun — mampu mengingat setidaknya 9 kata hanya dalam 15–30 menit.
Para ilmuwan menemukan bahwa para lansia dengan otak super sehat ini tidak memiliki pola makan khusus, juga tidak melakukan latihan otak intensif. Namun, mereka semua memiliki satu kesamaan: kemampuan sosial yang sangat kuat.
Dalam kehidupan sehari-hari mereka, hubungan keluarga yang erat, pertemanan yang terjaga baik, keterlibatan dalam kehidupan komunitas, serta kegiatan sukarela adalah hal yang biasa. Para “super senior” ini haus membangun relasi, senang menjalin pertemanan baru, dan konsisten menjaga kehidupan sosial mereka.
Hasil pemindaian otak menunjukkan bahwa korteks prefrontal mereka masih sangat tebal, bahkan lebih tebal daripada banyak orang dewasa yang jauh lebih muda. Area otak ini terkait dengan emosi, motivasi, dan interaksi sosial.
Di otak para “super senior”, terdapat konsentrasi tinggi neuron Von Economo, yaitu sel saraf yang berperan penting dalam perilaku sosial dan ketahanan kognitif. Bahkan, sebagian lansia meski memiliki tanda-tanda patologis khas Alzheimer (penyebab utama demensia), tidak mengalami penurunan kognitif. Ini menandakan adanya ketahanan luar biasa.
Para ilmuwan membagi “super senior” menjadi dua kelompok:
- Mereka yang mampu menolak pembentukan protein beracun (daya tahan tinggi).
- Mereka yang mampu membatasi dampak protein beracun pada fungsi kognitif (daya lenting tinggi).
Mereka juga menemukan bahwa sistem kolinergik otak para “super senior” lebih terjaga, sangat penting untuk memori dan perhatian. Proses pemecahan asetilkolin pada mereka lebih lambat, sehingga komunikasi antar-neuron tetap efisien.
Singkatnya, para “super senior” membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang mutlak bagi daya ingat. Justru, hubungan sosial yang kaya, kemampuan bersosialisasi, serta ketahanan mental adalah pilar utama yang menopang otak baja mereka.
Sumber : NTDTV.com


