Pohon Apel – Kisah Menyentuh Tentang Kasih Tanpa Syarat

EtIndonesia. Dahulu kala, ada sebuah pohon apel yang tinggi besar. Seorang anak kecil setiap hari datang bermain di bawah pohon itu. DIa memanjat ke dahan, memetik apel segar, makan dengan gembira, lalu tertidur pulas di bawah naungan daun-daunnya.

Anak itu sangat menyayangi pohon apel, dan pohon apel pun mencintai anak itu. Mereka adalah sahabat yang tak terpisahkan.

Masa Muda Sang Anak

Waktu berlalu, anak kecil itu tumbuh besar dan jarang datang bermain lagi.

Suatu hari, dia kembali ke bawah pohon dengan wajah murung. Pohon apel ingin mengajaknya bermain, tapi anak itu berkata: “Aku sudah besar, aku tak bisa main denganmu lagi. Aku ingin mainan, tapi aku tak punya uang.”

Pohon apel menjawab: “Aku tidak punya uang, tapi ambillah semua buah apelku. Juallah, maka kamu akan punya uang untuk membeli mainan.”

Anak itu girang bukan main. Dia memetik semua buah apel, lalu berlari pergi dengan penuh semangat. Pohon apel tersenyum bahagia—namun setelah itu, anak itu tak kembali lagi. Pohon pun kesepian.

Membangun Rumah

Bertahun-tahun kemudian, anak itu datang lagi. 

Pohon apel gembira dan berkata: “Ayo, mari kita bermain lagi!”

Tapi anak itu menjawab: “Aku sudah dewasa. Aku harus bekerja keras demi keluargaku. Kami butuh rumah. Bisakah kamu menolongku?”

Pohon apel berkata: “Aku tak punya rumah. Tapi kamu boleh menebang semua dahanku, gunakanlah untuk membangun rumah.”

Anak itu pun menebang seluruh cabang pohon, membawanya pergi untuk membangun rumah. Pohon merasa sakit, tapi dia senang melihat anak itu bahagia. Namun setelah itu, anak itu lama tak pernah kembali lagi.

Mencari Kebebasan

Suatu musim panas, anak itu kembali dengan wajah murung. 

Pohon apel berkata: “Datanglah, mari bermain lagi.”

Tapi anak itu berkata: “Aku sudah tua. Aku ingin berlayar jauh untuk mencari ketenangan. Bisakah kau memberiku sebuah kapal?”

Pohon apel berkata dengan lembut: “Tebanglah batangku, jadikan perahu, dan pergilah berlayar.”

Anak itu melakukannya. Dia menebang batang pohon, membuat perahu, lalu berlayar jauh. Pohon merasa senang—tapi sesungguhnya hatinya hampa, karena yang tersisa hanyalah akar yang sepi.

Perjumpaan Terakhir

Bertahun-tahun berlalu. Anak itu kembali, kini sudah renta. Pohon apel hampir tak punya apa-apa lagi untuk diberikan. 

Ia berkata dengan sedih: “Maafkan aku, Nak. Aku sudah tak punya buah untukmu.”

Anak itu tersenyum lemah:“Tak apa. Gigi-gigiku sudah tanggal, aku tak bisa makan apel.”

“Aku juga tak punya batang untuk kau panjat.”

“Aku terlalu tua untuk memanjat.”

“Yang tersisa hanyalah akarku yang tua dan rapuh.”

 “Itu sudah cukup. Aku hanya butuh tempat duduk untuk beristirahat.”

Mendengar itu, pohon apel pun berkata sambil berlinang air mata: “Baiklah, duduklah di atas akarku. Mari beristirahat bersamaku.”

Anak itu duduk dengan tenang. Pohon apel menangis bahagia—akhirnya, sahabat kecilnya kembali.

Makna Kisah

Itulah kisah kita semua. Pohon apel adalah orangtua kita.

Saat kecil, kita selalu ingin bersama ayah-ibu. Namun setelah dewasa, kita meninggalkan mereka, hanya kembali ketika butuh sesuatu. Meski begitu, mereka selalu memberi tanpa syarat—bahkan sampai tak tersisa apa pun—demi kebahagiaan anaknya.

Mungkin kita menganggap anak itu kejam pada pohon. Tapi jika bercermin, bukankah itulah cara banyak dari kita memperlakukan orangtua?

Kasih sayang orang tua itu seperti pohon apel: tak pernah perhitungan, tak pernah menuntut, hanya memberi tanpa pamrih. Yang mereka inginkan hanyalah satu hal sederhana: kita pulang, dan duduk sebentar menemani mereka. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine