Pencocokan Organ? Mongolia Dalam Perintahkan Pengambilan DNA Seluruh Pria, Picu Kepanikan

Belum lama ini, sebuah kantor kepolisian di Mongolia Dalam mengeluarkan pengumuman bahwa mereka akan mengumpulkan sampel darah dari seluruh pria untuk dimasukkan ke dalam basis data DNA lokal. Mengingat kejahatan keji Partai Komunis Tiongkok (PKT) dalam pengambilan organ paksa sudah diketahui luas, langkah ini memicu kontroversi besar dan ketakutan publik.

EtIndonesia.  Pada 20 September, Biro Keamanan Umum Kota Xilinhot, Mongolia Dalam, mengumumkan bahwa sejak 5 September mereka mengumpulkan darah semua pria di wilayah tersebut untuk dimasukkan ke basis data DNA. 

Pihak berwenang menyebut hal ini sebagai “penugasan dari atasan” dengan tujuan “menyempurnakan informasi identitas warga” dan “mempermudah pengurusan dokumen,” serta menekankan bahwa data akan “sangat dirahasiakan.”

Namun, begitu pengumuman keluar, publik langsung khawatir. 

Warganet mempertanyakan: “Ini untuk pencocokan organ, kan? Kalau cocok, kamu bisa jadi korban pembunuhan.” Ada juga yang bertanya: “Apakah bisa menolak? Kalau tidak bisa, berarti pemerintah melanggar hukum!” 

Bahkan ada yang menyindir: “Mengapa para pemimpin partai kota tidak memberi contoh lebih dulu dengan menyerahkan sampel mereka dan mempublikasikan datanya?” 

Seorang warganet dari Anhui mengungkap, “Di Anhui hal ini sudah dilakukan beberapa tahun lalu.” Laporan awal yang dimuat oleh The Paper segera dihapus.

 “Saya kira tujuan sebenarnya adalah mengumpulkan DNA rakyat Tiongkok untuk mencocokkan organ tubuh. Pencocokan ini dimaksudkan agar kalangan elit PKT punya cadangan data. Begitu mereka butuh, bisa segera mencari kecocokan. Hanya dengan basis data semacam ini pencarian cepat bisa dilakukan,” ujar pengacara hak asasi manusia di AS, Wu Shaoping.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan basis data DNA skala besar oleh PKT sudah memicu perhatian internasional. 

Laporan media asing menyebut, aparat keamanan Tiongkok tengah membangun basis data gen terbesar di dunia, selain DNA juga mengumpulkan iris mata, sidik suara, hingga sinyal ponsel, untuk memperkuat kontrol sosial.

Institut Kebijakan Strategis Australia (ASPI) dalam laporannya tahun 2020 menyebut PKT sudah mengumpulkan DNA sekitar 140 juta orang, sebagian besar pria muda bahkan anak laki-laki tanpa catatan kriminal, yang jelas melanggar standar hak asasi manusia internasional. Basis data “kromosom Y paternal” ini memungkinkan polisi melacak beberapa generasi pria dari satu keluarga, sehingga hampir mustahil bersembunyi.

Para akademisi memperingatkan, jika data semacam ini dikuasai rezim otoriter, maka dapat digunakan untuk menekan pembangkang.

Seorang mantan pengacara Beijing, Lai Jianping, mengatakan:  “Mereka bisa memanfaatkan data ini untuk mengancam orang, menekan keluarga mereka, bahkan memakai informasi darah ini untuk melakukan tindakan keji yang tidak bisa dipublikasikan, sampai menghilangkan tubuh dan nyawa warga. Semua bisa dimanipulasi lewat data ini.”

Banyak laporan telah mengungkap bahwa PKT secara sistematis melakukan pengambilan organ paksa dari praktisi Falun Gong yang ditahan maupun kelompok lainnya untuk tujuan transplantasi demi keuntungan. Kongres AS dan sejumlah parlemen negara lain sudah mengeluarkan resolusi yang mengecam keras kejahatan kemanusiaan ini.

Pada parade militer PKT 3 September lalu, mikrofon menangkap percakapan antara pemimpin PKT Xi Jinping dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang kembali memicu sorotan internasional terkait skandal pengambilan organ.

Putin berkata (diterjemahkan): “Bioteknologi sedang berkembang, organ manusia akan terus ditransplantasikan, orang bisa hidup semakin lama, bahkan mungkin abadi.” Xi Jinping menimpali: “Prediksi saya, abad ini manusia bisa hidup sampai 150 tahun.”

Para akademisi menilai, PKT bertahan lewat kebohongan dan kekerasan, memperlakukan rakyat bukan hanya sebagai objek eksploitasi, tetapi juga sebagai “gudang organ.”

 “Kita tidak boleh lagi membiarkan rezim semacam ini eksis di tanah Tiongkok. Saya berharap rakyat bersatu dan menjatuhkan PKT,” ujar Wu Shaoping. 

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine