EtIndonesia. Angkatan Pertahanan Ukraina menyerang depot drone dan amunisi militer Rusia di wilayah Donetsk dan Luhansk, demikian dilaporkan Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.
Menurut Staf Umum, musuh berupaya mengatur distribusi amunisi untuk Batalyon Tank ke-17 Divisi Senapan Bermotor ke-70 di dekat Bohdanivka yang diduduki sementara di wilayah Luhansk, serta mengalokasikan lebih dari 19.000 drone berbagai jenis untuk pasukan Rusia di wilayah Donetsk.
“Truk-truk mengirimkan puluhan ribu ranjau, granat, dan amunisi berbagai jenis ke depot lapangan resimen tank, termasuk ribuan peluru tank (terutama peluru presisi ZUBK-14) dan peluru artileri,” ungkap Staf Umum.
Dalam kasus kedua, kargo tersebut terdiri dari berbagai drone (Molniya, Boomerang, Vandal Novgorodsky, Gorynych, dan lainnya) beserta peralatan terkait seperti baterai, modul komunikasi, dan pemancar video.
Pada 29 Agustus, Kelompok Operasional-Strategis Dnipro dari Pasukan Ukraina menyerang titik logistik untuk distribusi drone, menghancurkan persediaan besar drone serang Rusia.
Pada 18 September, unit-unit Angkatan Bersenjata dan Dinas Keamanan Ukraina menyerang depot amunisi resimen pasukan Rusia di wilayah Luhansk.
“Selain amunisi, kendaraan musuh juga hancur,” Staf Umum menjelaskan.
Serangan Ukraina terhadap pasukan Rusia
Baru-baru ini, Pasukan Pertahanan Ukraina melancarkan serangan terhadap pos komando militer Rusia di wilayah Donetsk, mengenai personel musuh, termasuk staf komando.
Para perlawanan Ukraina juga menargetkan pos komando Brigade Senapan Bermotor Terpisah ke-85 Rusia di wilayah Donetsk yang diduduki sementara.
Selain itu, Angkatan Bersenjata Ukraina berhasil menyerang pos komando Tentara Gabungan ke-8 di wilayah yang sama.(yn)


