EtIndonesia. Seorang wanita baik hati di Tiongkok yang keluar dari mobilnya untuk membantu seorang pria tua menyeberang jalan ramai terkejut ketika kebaikannya justru di balas dengan tamparan.
Insiden tersebut, yang terekam dalam sebuah video viral, menjadi tren di media sosial Tiongkok daratan setelah video yang direkam oleh seorang pengemudi mobil yang berada di belakang wanita tersebut, beredar luas di internet, lapor Elephant News.
Pria tua itu, yang berusia sekitar 70 hingga 80 tahun, sedang membawa dua tas berat dan terhuyung-huyung saat menyeberang jalan di Lanzhou, Provinsi Gansu barat laut, saat senja pada 12 September.
Dia tidak berada di zebra cross, sehingga beberapa mobil tidak memberi jalan kepadanya tetapi malah menyalipnya, sehingga langkahnya semakin sulit.

Saat pria tua itu berada di tengah jalan, wanita itu meninggalkan kursi penumpang depan mobil yang ditumpanginya dan berlari kecil ke arahnya.
Dia menggunakan lengan kirinya untuk menopang pria tua itu sementara lengan kanannya melambaikan tangan ke arah pengguna jalan.

Namun, dia terkejut ketika pria tua itu berbalik dan menampar wajahnya.
Pukulan itu begitu keras hingga kacamatanya terlepas.
Setelah mengambil kacamatanya, dia menatap pria tua itu dengan ekspresi bingung sebelum kembali ke mobilnya sendiri.

Dia dan suaminya melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, yang kemudian menemukan pria tua itu dan memintanya untuk meminta maaf.
Kisah ini telah menjadi viral di dunia maya.
“Kita semua harus menghibur wanita ini. Saya merasakan betapa sedihnya dia karena ditampar oleh orang yang sedang dia bantu,” kata seorang pengguna internet.
Pengguna lain berkata: “Tamparan pria tua itu akan membuat mereka yang membutuhkan bantuan tidak dapat lagi menerima bantuan tepat waktu.”
“Pria tua itu harus ditahan dan diwajibkan membayar kompensasi kepada wanita itu,” kata pengguna internet lainnya.
Namun, pengamat dunia maya lainnya berpendapat berbeda: “Mungkin pria tua itu mengira wanita itu orang jahat karena tiba-tiba dia mendekatinya, tanpa memberi tahu apa yang sedang dilakukannya.”
Bukan hal yang aneh bagi orang Samaria yang baik hati untuk dituduh secara palsu di Tiongkok.
Pada bulan Mei, juga di Gansu, seorang wanita yang menolong seorang pria tua di komunitas tempat tinggalnya dijebak oleh keluarga pria tersebut setelah pria tersebut terjatuh.
Dia melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan namanya dibersihkan setelah rekaman CCTV menunjukkan bahwa dia tidak bersalah.
Wanita itu mengatakan bahwa dia menjadi korban kekerasan daring akibat kejadian tersebut, dan dia menjadi depresi. (yn)


