Baru-baru ini, insiden seorang siswa menikam teman sekelasnya dengan menggunakan pisau lalu ia memilih mengakhiri hidupnya dari gedung di sebuah sekolah menengah di Kota Dongxing, Guangxi. Insiden ini memicu perhatian publik.
EtIndonesia. Menurut kabar yang beredar di internet daratan Tiongkok, pada 11 September seorang siswa kelas 1 SMA di Dongxing Middle School meninggal dunia, sementara seorang siswa lainnya mengalami luka akibat sabetan pisau.
Pada 25 September, seorang staf dari Dinas Pendidikan Kota Dongxing mengatakan kepada Red Star News bahwa memang benar pada 11 September ada seorang siswa yang meninggal dunia dan seorang siswa lainnya terluka. Dinas Pendidikan dan kepolisian sudah turun tangan menangani kasus ini. Terkait dugaan perundungan di sekolah, polisi menyatakan masih dalam penyelidikan.
Pada 26 September, pemerintah Kota Dongxing mengeluarkan laporan resmi bahwa pada 11 September pukul 20:36, seorang siswa bermarga Xu (許某某) melukai teman sekelasnya, Chen, dengan pisau, kemudian melarikan diri dari lokasi dan melompat dari gedung. Setelah mendapat pertolongan darurat, Xu dinyatakan meninggal dunia. Saat ini Chen masih dirawat di rumah sakit.
Pada pukul 15:00 hari yang sama, Xu merasa bahwa Chen, Wang, dan Liao mengejek dirinya lewat obrolan di jam istirahat. Ia lalu mengejar mereka dengan sapu, namun dihentikan wali kelas yang kemudian menegur kedua pihak. Saat jam belajar malam, Xu kembali berselisih dengan Chen dan dua temannya. Xu lalu mengeluarkan pisau yang diselundupkan dalam tas sekolah, menebas Chen, lalu berlari dari ruang kelas lantai 1 menuju lantai 4 dan melompat dari balkon koridor. Hasil forensik menyimpulkan Xu meninggal akibat jatuh dari ketinggian dan menyingkirkan dugaan pembunuhan.
Laporan resmi juga menyebutkan tidak ditemukan bukti bahwa Xu pernah mengalami perundungan oleh siswa lain selama bersekolah.
Setelah kejadian, seorang yang diduga keluarga Xu menulis di internet: “Saya Liu Xifeng, ibu dari Xu Yuming, siswa kelas 1-21 Dongxing Middle School. Pada 11 September malam, anak saya meninggal di sekolah dengan cara yang tidak jelas. Saya berharap semua kerabat dan teman mau membantu menyebarkan di Douyin, trending, dan Weibo untuk menuntut keadilan bagi anak saya. Terima kasih semuanya.”
Menurut kabar yang beredar, siswa tersebut sudah lama mengalami perundungan di sekolah. Setelah insiden terjadi, pihak sekolah langsung menutup akses, polisi masuk ke sekolah memeriksa ponsel siswa, dan kemudian sekolah menambah hampir 20 kamera pengawas serta fasilitas pemeriksaan keamanan di gerbang. Semua barang seperti ponsel dan kamera diperiksa dengan ketat.
Kasus ini memicu komentar publik: “Apakah boleh membawa pisau ke sekolah? Menyeramkan…”
“Pengumuman ini seakan menyatakan sekolah tidak salah, guru tidak salah, teman sekelas tidak salah, semuanya salah anak itu sendiri…”
“Semoga dilakukan penyelidikan mendalam, bukan hanya menonton rekaman CCTV lalu buru-buru menutup kasus.”
“Katanya hanya berkelahi? Kalau begitu kenapa dia selalu membawa pisau? Untuk melindungi diri dari siapa? Kenapa melawan tiga orang sekaligus? Kenapa setelah melukai orang lalu bunuh diri? Apakah dia benar-benar mengalami perundungan lama oleh tiga orang itu sehingga membawa pisau? Setelah melukai orang takut dibalas lalu ketakutan melompat? Banyak pertanyaan yang belum terjawab.”
“Jika sudah ada perselisihan, dan posisinya tiga lawan satu, guru juga sudah tahu serta menegur, kenapa tidak ditindaklanjuti lebih serius? Ini bukan sekadar kelalaian kecil.”
“Sekolah dan wali kelas harus bertanggung jawab.”
“Sekarang ini sungguh sulit, kasus perundungan sekolah sering sekali terjadi. Kesehatan mental dan fisik anak-anak sekarang benar-benar sangat penting.”
Sumber : NTDTV.com


