Trump dan Elon Musk Kembali Bekerja Sama, Bangun Pemerintahan AI Terkemuka Dunia

Badan Layanan Umum Amerika Serikat (GSA) pada Kamis (25/9) mengumumkan telah mencapai kesepakatan bersejarah dengan perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, xAI, melalui program OneGov. Kesepakatan ini memungkinkan lembaga-lembaga federal menggunakan model AI Grok dengan biaya hanya 0,42 dolar AS per lembaga, berlaku segera hingga Maret 2027, dengan masa promo selama 18 bulan.

EtIndonesia. GSA pada Kamis (25/9)  menyatakan bahwa kerja sama dengan xAI akan membantu menyederhanakan alur kerja pemerintah federal dan membangun pemerintahan yang transparan serta efisien. Hal ini merupakan gagasan yang sangat didorong Musk ketika menjabat sebagai penasihat khusus di pemerintahan Trump. Pada saat yang sama, pemanfaatan alat kecerdasan buatan diyakini akan membantu AS mempertahankan daya saing global.

Kesepakatan tersebut mencakup penggunaan model penalaran canggih Grok 4 dan Grok 4 Fast. Selain itu, xAI juga akan menugaskan insinyur khusus untuk membantu lembaga yang berpartisipasi dalam mengintegrasikan alat AI ini ke dalam alur kerja mereka secara cepat dan efektif.

Menurut laporan Fox Digital, Elon Musk, salah satu pendiri sekaligus CEO xAI, menyatakan:
“xAI memiliki kemampuan komputasi AI paling kuat di dunia dan model AI paling mutakhir.”

Musk mengatakan:  “Berkat Presiden Trump dan pemerintahannya, teknologi AI terdepan xAI kini tersedia untuk semua lembaga federal, yang akan membantu pemerintah AS mendorong inovasi dengan kecepatan belum pernah terjadi sebelumnya dan menyelesaikan misinya dengan lebih efisien.”

Ia menekankan:  “Kami menantikan kerja sama yang berkelanjutan dengan tim Presiden Trump untuk mempercepat penerapan teknologi AI di dalam sistem pemerintahan, demi kemaslahatan bangsa.”

Kesepakatan ini tidak hanya menyediakan alat AI berbiaya rendah bagi lembaga federal, tetapi juga membuka jalur peningkatan, pelatihan, serta dukungan integrasi yang aman.

Kerja sama ini adalah proyek terbaru antara pemerintahan Trump dan raksasa teknologi. Awal pekan ini, Meta dan Microsoft juga bergabung dengan GSA, memungkinkan pegawai federal menggunakan alat AI mereka. Mengingat pengumuman GSA pada bulan September, kemungkinan besar akan ada lebih banyak kemitraan di masa depan.

Musk sendiri adalah salah satu pendukung terbesar Trump selama pemilu presiden AS 2024, bahkan sempat masuk ke Gedung Putih untuk memimpin “Departemen Efisiensi Pemerintah” (DOGE). Namun, hubungan keduanya sempat renggang akibat perbedaan terkait rancangan undang-undang ekonomi utama Gedung Putih, yakni “One Big Beautiful Bill”. 

Pada Minggu lalu, dalam acara peringatan pemimpin muda konservatif Charlie Kirk, Musk secara terbuka menghampiri Trump, dan keduanya berdamai kembali. Banyak pihak menilai Musk tersentuh oleh semangat Charlie, sehingga akhirnya mau melepaskan perbedaan dengan Trump. (***)

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine