EtIndonesia. Pemerintah Filipina pada Sabtu (27/9/2025) melaporkan bahwa Topan Bualoi menerjang wilayah tengah negara itu, menyebabkan jumlah korban jiwa meningkat menjadi 11 orang, 14 orang masih hilang, dan lebih dari 200 ribu warga terpaksa mengungsi ke pusat-pusat penampungan. Sementara itu, di Thailand, banjir akibat hujan monsun menewaskan sedikitnya 7 orang.
Menurut laporan AFP, Topan Bualoi kemarin melanda sejumlah pulau kecil di Filipina tengah. Angin kencang dan hujan deras menumbangkan pepohonan serta tiang listrik, merusak atap rumah, dan menyebabkan banjir besar, memaksa sekitar 400 ribu orang dievakuasi secara darurat.
Noel Lungay, pejabat penanggulangan bencana Provinsi Biliran, mengatakan melalui telepon kepada AFP bahwa di Pulau Biliran — daerah yang paling parah terdampak — terdapat 8 korban tewas dan 2 orang hilang. Ia menambahkan: “Banyak wilayah di pulau ini terendam banjir parah, beberapa ruas jalan hingga kini masih tergenang.”
Sementara itu, kantor pertahanan sipil di Manila melaporkan tiga kematian di Pulau Masbate dan Pulau Ticao yang bertetangga dengan Biliran. Dua diantaranya tewas tertimpa pohon tumbang dan tembok akibat terpaan angin kencang.
Hingga kini, 14 orang masih hilang di wilayah Filipina tengah, sementara lebih dari 200 ribu orang masih bertahan di pusat-pusat pengungsian.
Di Thailand, pihak berwenang menyatakan korban tewas akibat banjir yang dipicu hujan monsun terus bertambah menjadi 7 orang. Operasi penyelamatan dan bantuan darurat masih berlangsung.
Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand dalam pernyataannya menyebutkan bahwa banjir pekan ini melanda sejumlah provinsi di sepanjang Sungai Chao Phraya, dengan lebih dari 260 ribu orang terdampak.
Sebelumnya, pada 23 September, departemen tersebut melaporkan 4 korban jiwa di kawasan tengah Thailand. Setelah diperbarui, jumlah korban tewas kini naik menjadi 7 orang.
Sumber : CNA via NTDTV.com


