Pedagang Kaki Lima di Tiongkok Bentrok Selama 6 Jam dengan Aparat, Panci dan Kursi Berterbangan

Pada 27 September 2025 malam hingga 28 September 2025 dini hari, terjadi bentrokan besar antara pedagang pasar malam dengan aparat di Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok.  Suasana di lokasi menjadi kacau dengan panci, mangkuk, bangku, dan kursi beterbangan.

EtIndonesia. Pada 28 September, seorang blogger bernama “Yesterday (@YesterdayBigcat)” yang lama memantau aksi kolektif warga Tiongkok, menulis di platform X bahwa bentrokan tersebut terjadi di Pasar Malam Haileshi Jie, Jalan Yongzhong, Distrik Guandu, Kunming.

Konflik berlangsung sekitar enam jam, melibatkan pedagang pasar malam, aparat chengguan (Satpol PP) dan polisi yang kemudian datang sebagai bantuan. Peristiwa itu menarik kerumunan besar warga yang menonton.

“Panci, mangkuk, bangku, dan kursi berterbangan,” ujar saksi mata menggambarkan suasana kejadian. 

Bentrokan berlangsung terputus-putus selama enam jam. Polisi dalam jumlah besar dikerahkan, beberapa kali terjadi perlawanan sengit, hingga sekitar pukul 03.00 dini hari barulah kekacauan mereda.

Akibat bentrokan ini, banyak pedagang terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Sejumlah pedagang ditangkap polisi, sementara gerobak dagangan mereka yang menjadi sumber penghidupan ditarik oleh aparat. 

Menurut laporan, penyebab utama bentrokan ini bermula setengah bulan lalu, ketika pemerintah setempat menutup pasar malam dengan alasan “perbaikan tata kelola”. Namun, saat pasar ditutup, pemerintah justru membuka pendaftaran baru untuk pedagang dengan memungut biaya sewa lapak.

Para pedagang menuturkan bahwa kesuksesan Pasar Malam Haileshi Jie adalah hasil perjuangan panjang mereka—dari hanya berpenghasilan puluhan yuan per hari hingga akhirnya ramai pengunjung. Ketika usaha baru mulai berkembang, pemerintah malah menutup paksa dengan dalih perbaikan, lalu memulai pungutan baru. 

Saat para pedagang mencoba mendaftar sesuai aturan, mereka menemukan bahwa jumlah lapak yang sudah didaftarkan lebih dari 400 lapak, banyak diantaranya bukan pedagang asli pasar. Karena itu, mereka menolak membayar.

Mereka juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah membayar berbagai biaya hingga puluhan ribu yuan, tetapi aturan pemerintah sering berubah-ubah. Meski sudah bayar, aparat tetap mengusir mereka, sehingga mereka merasa tidak ada jaminan.

Bagi banyak pedagang, berjualan di pasar malam adalah satu-satunya sumber penghasilan mereka. Saat sudah lama berhenti berdagang, ini secara langsung membuat kehidupan mereka tertekan. Pada 27 September, setelah mengetahui masa “perbaikan” sudah selesai sehari sebelumnya, mereka kembali ke lapak untuk berdagang. Namun sekitar pukul 21.00 , aparat Satpol PP dalam jumlah besar datang untuk mengusir para pedagang. Namun mereka menolak pergi hingga meletusnya bentrokan. 

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine