Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Philipina Meningkat Menjadi 69, Lebih dari 100 Luka-luka

EtIndonesia. Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat di Filipina tengah meningkat menjadi setidaknya 69 pada hari Rabu (1/10), kata seorang pejabat bencana, dengan puluhan pasien luka-luka memenuhi rumah sakit di Pulau Cebu.

Anak-anak yang terluka menangis dan orang dewasa menjerit saat dirawat di tempat tidur di bawah tenda-tenda biru di luar Rumah Sakit Provinsi Cebu, setelah didorong keluar dengan kursi roda sebagai tindakan pencegahan terhadap gelombang gempa susulan semalaman.

Mereka adalah korban selamat dari gempa dangkal berkekuatan Magnitudo 6,9 yang melanda Selasa malam di lepas pantai utara Pulau Cebu dekat Bogo, sebuah kota berpenduduk 90.000 jiwa, menurut Survei Geologi AS.

Yang lainnya tidak seberuntung itu, dan jurnalis AFP melihat petugas rumah sakit memuat kantong jenazah hitam ke dalam mobil van yang membawa jenazah ke kamar mayat setempat.

“Banyak dari mereka tertimpa reruntuhan, yang menyebabkan kematian mereka,” kata Wakil Administrator Kantor Pertahanan Sipil, Rafaelito Alejandro, di televisi pemerintah, seraya menambahkan jumlah korban tewas terbaru menjadi 69 orang.

Richard Guion, dengan siku kirinya yang diperban tebal, menceritakan bagaimana dia dan istrinya, yang kakinya patah, digali dari bawah dinding beton rumah mereka yang runtuh oleh putra mereka yang berusia 17 tahun, yang sedang bermain di luar ketika gempa terjadi.

“Ketika dinding beton runtuh, saya memanggilnya,” kata Guion yang berusia 39 tahun, bersyukur putranya mengabaikan perintahnya untuk tidur lebih awal.

Tiga puluh orang tewas di Bogo, kata Alejandro dari kantor pertahanan sipil.

Di kota-kota lain yang dekat dengan episentrum gempa, 22 orang tewas di San Remigio, 10 di Medellin, lima di Tabogon, dan masing-masing satu di Sogod dan Tabuelan, ujarnya.

Rumah sakit Bogo mencatat jumlah korban luka sejauh ini mencapai 186 orang.

‘Saya sedang berjuang’

Teddy Fontillas, 56, mengatakan kepada AFP bahwa dia tidak tidur saat membantu memindahkan korban luka ke rumah sakit lain.

“Saya sudah berjuang, tetapi apa yang kami lakukan ini penting untuk membantu pasien kami,” katanya.

Di tempat lain di Bogo, petugas pemadam kebakaran menggunakan ekskavator untuk mengebor lubang di reruntuhan sebuah motel dua lantai, tempat dua resepsionis dan seorang anak dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan.

Isagani Jilig yang putus asa, yang istri dan anaknya termasuk di antara korban hilang, bergabung dengan sekitar seratus orang yang menyaksikan penyelamatan.

“Saya tidak akan pernah meninggalkan lokasi ini sampai saya menemukan mereka lagi. Sebagai seorang ayah, saya harus lebih kuat sekarang daripada sebelumnya,” kata Jilig, 41, kepada AFP.

Petugas pemadam kebakaran Erwin Castaneda mengatakan mereka telah mencari selama lima jam tetapi “kami tidak boleh menyerah”.

“Kita berbicara tentang nyawa di sini. Kami akan melakukan semua yang kami bisa,” katanya kepada AFP.

Presiden Ferdinand Marcos menjanjikan bantuan cepat bagi para korban.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Rekaman dramatis yang direkam oleh penduduk Pulau Bantayan, dekat Cebu, menunjukkan rangkaian bola lampu di sebuah gereja Katolik tua bergoyang liar sebelum menara lonceng gereja jatuh ke halaman.

Siaran televisi lokal menunjukkan para pengendara turun dari sepeda motor dan berpegangan pada pagar pembatas saat jembatan Cebu berguncang hebat.

Di kota Cebu, 100 kilometer (60 mil) ke selatan, pedagang sepatu daring Jayford Maranga mengatakan dia bersembunyi di bawah meja restoran untuk menghindari runtuhnya langit-langit logam sebuah pusat perbelanjaan.

“Saya dan teman saya makan di pujasera menjelang waktu tutup, dan kemudian, bang! Rasanya seperti bumi berhenti berputar. Dan kemudian pusat perbelanjaan mulai berguncang,” kata Maranga, 21 tahun, kepada AFP.

Pemerintah Provinsi Cebu telah meminta bantuan relawan medis di halaman Facebook resminya untuk membantu pascagempa.

Sejumlah jalan desa juga mengalami kerusakan. Jalan di kota Tabogon dipenuhi retakan setinggi lima sentimeter (dua inci), demikian yang disaksikan wartawan AFP.

Gempa bumi hampir terjadi setiap hari di Philipina, yang terletak di “Cincin Api” Pasifik, busur aktivitas seismik intens yang membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.

Sebagian besar gempa terlalu lemah untuk dirasakan oleh manusia, tetapi gempa yang kuat dan merusak terjadi secara acak, tanpa teknologi yang tersedia untuk memprediksi kapan dan di mana gempa akan terjadi.(yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine