EtIndonesia. KTT APEC di Gyeongju, Korea Selatan, dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 2 November 2025. Pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping berencana hadir, namun rencana pemesanan hotel menimbulkan kemarahan publik Korea Selatan. Akibat protes keras, pihak PKT terpaksa membatalkan pemesanan di Hotel Shilla, Seoul.
Menurut sejumlah media Korea Selatan, Xi Jinping dijadwalkan berkunjung pada 31 Oktober hingga 1 November untuk menghadiri KTT APEC di Gyeongju. Kedutaan Besar PKT di Seoul sebelumnya telah menyewa seluruh bangunan Hotel Shilla untuk mempersiapkan kunjungan tersebut, tetapi tiba-tiba membatalkan rencana sewa pada akhir September.
Alasannya, demi memenuhi permintaan pihak PKT , pihak hotel telah membatalkan sepihak delapan acara pernikahan yang melibatkan ratusan tamu. Pihak Hotel Shilla menyebutkan bahwa pada awal November mereka akan mengadakan acara “berskala kenegaraan”, sehingga pernikahan yang sudah dipesan harus dibatalkan. Meski tidak menyebutkan acara apa, publik memperkirakan hal itu berkaitan dengan rencana menginapnya Xi Jinping.
Peristiwa ini kembali memicu kemarahan masyarakat Korea Selatan, yang menuding Presiden Lee Jae-myung terlalu “pro-PKT” karena membiarkan hotel mengorbankan pernikahan warga biasa demi memenuhi permintaan Beijing.
Sejak tahun lalu, warga Korea Selatan beberapa kali menggelar aksi demonstrasi besar menentang kedekatan pemerintah dengan PKT. Para demonstran kerap merobek potret Xi Jinping dan membakar bendera Partai Komunis Tiongkok sebagai bentuk protes terhadap infiltrasi Beijing.
Menghadapi meningkatnya gelombang protes, Kedutaan Besar Tiongkok di Seoul pada akhir September tiba-tiba membatalkan penyewaan Hotel Shilla. Pihak hotel kemudian mengumumkan bahwa acara pernikahan dapat tetap dilaksanakan sesuai rencana.
Media Korea Selatan menganalisis, kemungkinan besar Xi Jinping tidak lagi menginap di Hotel Shilla, melainkan memilih hotel lokal di Gyeongju, seperti Lahan Select Hotel. Ada juga kemungkinan ia langsung kembali ke Beijing pada hari yang sama setelah menghadiri KTT APEC, demi menyederhanakan pengamanan dan agenda perjalanan.
Yang patut dicatat, pembatalan hotel yang sebelumnya dipersiapkan untuk pemimpin PKT adalah hal yang jarang terjadi dalam sejarah diplomasi Tiongkok–Korea. Meski setiap kunjungan pemimpin PKT ke Korea sering menuai aksi protes, Hotel Shilla selalu menjadi pilihan utama sebagai tempat menginap.
Kali ini, pembatalan terpaksa dilakukan, dan menimbulkan spekulasi apakah hal ini terkait dengan gejolak politik internal di Beijing.
Menjelang KTT APEC, Partai Komunis Tiongkok juga berencana menggelar Sidang Pleno Keempat pada 20–23 Oktober. Mengingat pertarungan internal di level atas semakin tajam, banyak pihak menduga sidang tersebut bisa menentukan nasib politik Xi Jinping.
Jika posisinya terguncang, maka kehadirannya di APEC Gyeongju akan membawa dimensi politik tambahan, sekaligus menjadi indikator penting perubahan kekuasaan di puncak Partai Komunis Tiongkok.
Sumber : NTDTV.com


