Pemerintahan AS Tutup Setelah Senat Gagal Mencapai Kesepakatan Pendanaan

Partai Republik AS meminta perpanjangan belanja jangka pendek sementara Partai Demokrat AS menuntut perubahan besar dalam pendanaan kesehatan.

oleh Lawrence Wilson, Nathan Worcester, Joseph Lord -The Epoch Times

Pemerintahan Amerika Serikat resmi ditutup setelah pada Selasa (1/10/2025) malam waktu setempat para anggota Kongres menunda sidang lebih awal tanpa mencapai kesepakatan soal anggaran pemerintah. Sidang akan kembali dilanjutkan pada Rabu (2/10/2025) pukul 10.00 pagi waktu setempat.

Sebelum penutupan, Senat AS melakukan pemungutan suara 55–45 untuk melanjutkan paket rancangan, namun hasilnya lima suara kurang dari ambang batas 60 suara untuk melewati filibuster.

Senator Catherine Cortez Masto (D-Nev.) dan Senator Angus King (I-Maine), yang berkoalisi dengan Demokrat, bergabung dengan Partai Republik mendukung rancangan tersebut. Senator Lisa Murkowski (R-Alaska), yang sebelumnya menolak rancangan pendanaan Partai Republik, berbalik arah dan kali ini mendukung.

Senator Jeanne Shaheen (D-N.H.), satu-satunya Demokrat yang pada Maret lalu mendukung rancangan Partai Republik, kali ini menolak. Senator Rand Paul (R-Ky.) juga menyimpang dari partainya dengan menolak rancangan tersebut.

Setelah Senat gagal meraih mayoritas super untuk meloloskan rancangan yang didukung Gedung Putih, Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih Russ Vought pada 30 September memerintahkan pejabat federal mulai melaksanakan “rencana penutupan teratur.”

“Sayangnya, senator Demokrat menghalangi pengesahan [perpanjangan pendanaan pemerintah] di Senat karena tuntutan kebijakan mereka yang tidak masuk akal, termasuk tambahan belanja baru senilai 1 triliun dolar,” kata Vought dalam memo Selasa malam kepada administrator cabang eksekutif.

Pemimpin Mayoritas Senat John Thune (R-S.D.), bersama Senator John Barrasso (R-Wyo.), Senator John Hoeven (R-N.D.), dan Senator Bernie Moreno (R-Ohio), berbicara dalam konferensi pers saat pemerintah berada di ambang penutupan akibat kebuntuan antarpartai, di Gedung Capitol, Washington, pada 30 September 2025. Madalina Kilroy/The Epoch Times

Awal pekan ini, Vought sudah mengarahkan lembaga-lembaga federal untuk menyiapkan rencana PHK jika terjadi penutupan.

Sebelum penutupan, sebuah resolusi yang diajukan Demokrat ditolak dengan suara 47–53 sesuai garis partai.

Sebelum pemungutan suara, perwakilan dari kedua partai sama-sama menyatakan ingin menghindari penutupan dan menuding pihak lawan sebagai penyebab kegagalan.

 Partai Republik menginginkan perpanjangan sementara dengan tingkat belanja saat ini guna memberi waktu menyelesaikan alokasi anggaran 2026. Namun, Partai Demokrat menolak mendukung resolusi lanjutan kecuali mencakup perubahan pada pendanaan kesehatan yang disahkan dalam UU Anggaran terbaru.

Kedua pihak yakin opini publik ada di pihak mereka.

Demokrat bersikeras membatalkan ketentuan belanja terkait kesehatan senilai 1 triliun dolar dalam One Big Beautiful Bill Act serta menjadikan permanen kredit pajak premi ACA (Affordable Care Act) yang diperluas pada masa COVID-19.

Demokrat mengatakan rencana mereka perlu untuk mencegah hilangnya jaminan kesehatan bagi puluhan juta orang dan menghindari lonjakan tajam premi asuransi kesehatan. Partai Republik menilai usulan Demokrat akan menambah 1,5 triliun dolar belanja baru dan bukan titik awal yang serius untuk negosiasi.

Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer (D-N.Y.), bersama senator Demokrat lainnya, berbicara kepada wartawan saat pemerintah berada di ambang penutupan akibat kebuntuan antarpartai, di Gedung Capitol, Washington, pada 30 September 2025. Madalina Kilroy/The Epoch Times

Pertemuan 29 September antara pimpinan Kongres dengan Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Vought gagal menghasilkan resolusi.

Menjelang pemungutan suara di Senat, kedua pihak tetap mempertahankan posisi mereka.

Demokrat kembali menekankan urgensi reformasi kesehatan.

 “Masalah kesehatan menciptakan urgensi,” kata Senator Richard Blumenthal (D-Conn.) kepada The Epoch Times pada 30 September. “Republik berkata, ‘Setuju dengan CR bersih dan kita bicarakan nanti.’ Tetapi orang sakit tidak menunggu jadwal Partai Republik.”

Anggota Kongres Rosa DeLauro (D-Conn.) mengatakan ia tidak percaya janji Partai Republik akan bernegosiasi soal kesehatan selama proses alokasi normal.

 “Tidak ada kepercayaan,” ujarnya. “Ingat McCarthy–Biden, mereka mundur dari kesepakatan,” tambahnya, merujuk pada perjanjian belanja 2023 yang gagal disahkan.

Partai Republik tetap menyatakan bahwa desakan Demokrat memasukkan negosiasi rumit terkait kesehatan ke dalam kesepakatan belanja jangka pendek justru membingungkan dan tidak perlu.

 “Mereka seperti tidak punya arah jelas,” kata Senator Josh Hawley (R-Mo.) kepada The Epoch Times. “Saya tidak tahu apa sebenarnya yang mereka mau.”

Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer (D-N.Y.) pada 29 September menyatakan telah mengajukan usulan terkait kesehatan kepada Partai Republik, meski tidak merinci isinya. Ketika ditanya isu kesehatan apa yang diperjuangkan Demokrat, Blumenthal hanya menekankan urgensi penanganan kesehatan dan menambahkan, “Saya rasa akhirnya akan ada kompromi serius dalam bidang kesehatan.”

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump mengatakan pemerintah dapat melakukan hal-hal “yang tidak bisa dipulihkan” selama penutupan, seperti “memangkas jumlah besar” pegawai federal.

 “Saya rasa rekam jejaknya menunjukkan ia tetap memecat orang meski tanpa penutupan,” kata Blumenthal. “Sepertinya ia memang sudah di jalur itu.”

Senator Mike Rounds (R-S.D.) menyatakan optimistis kedua pihak bisa mencapai kesepakatan dengan memperpanjang kredit pajak premi ACA yang diperluas.

 “Saya rasa tidak banyak penolakan di kedua pihak untuk memberikan perpanjangan subsidi Obamacare tahun ini,” kata Rounds.

Rounds menambahkan hal itu bisa dipasangkan dengan resolusi berlanjut 45 hari untuk memberi waktu pembahasan anggaran lebih lanjut. Namun ia juga berkata: “Saya tidak mengetahui apakah pimpinan Demokrat bisa menerima untuk tidak melakukan penutupan. Mereka mungkin merasa perlu melakukannya demi menunjukkan kepada basis kiri mereka bahwa mereka memiliki nyali.”

Jackson Richman turut berkontribusi dalam laporan ini.

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine