Militer Israel Cegat Armada Kapal yang Coba Tembus Blokade Gaza, Aktivis Akan Dideportasi

EtIndonesia. Penyelenggara Global Sumud Flotilla pada Kamis (2/10/2025) mengatakan bahwa militer Israel telah mencegat 14 kapal yang sedang menuju Gaza. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni sebelumnya telah berulang kali memperingatkan bahwa aksi kapal tersebut berpotensi memperburuk konflik, bukannya menyalurkan bantuan.

Menurut sistem pelacakan armada, masih ada 23 kapal lain yang terus berlayar menuju Gaza. Pejabat Israel menegaskan mereka tidak akan mengizinkan adanya upaya menembus blokade laut maupun membiarkan kapal memasuki zona perang aktif.

Pada Rabu (1 Oktober) di Kopenhagen, Denmark, Meloni menyatakan bahwa langkah Sumud Flotilla dapat merusak upaya komunitas internasional dalam mendorong perdamaian di Gaza, sekaligus mempertanyakan motif sebenarnya dari aksi tersebut.

Sebelumnya di media sosial X, Meloni menulis bahwa bantuan bisa dikirimkan melalui jalur aman yang sudah ada. Menurutnya, bersikeras menembus blokade laut, baik disengaja maupun tidak, sama saja menjadi alat bagi mereka yang ingin menggagalkan peluang gencatan senjata.

Sebuah video yang dirilis Kementerian Luar Negeri Israel memperlihatkan penumpang paling menonjol di armada tersebut—aktivis iklim radikal asal Swedia, Greta Thunberg—duduk di geladak ketika seorang tentara Israel memberinya air dan sebuah jaket.

Di sisi lain, Sumud Flotilla mengunggah beberapa video di Telegram, memperlihatkan penumpang yang memegang paspor sambil menyatakan bahwa mereka “diculik” dan dipaksa dibawa ke Israel. Mereka menegaskan aksi mereka adalah gerakan kemanusiaan non-kekerasan.

Dalam pernyataan di X, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan:  “Beberapa kapal Hamas–Sumud Flotilla telah berhasil dicegat dengan aman, dan para penumpang sedang dibawa ke pelabuhan Israel. Greta Thunberg dan rekan-rekannya dalam kondisi baik.”

Israel bersama Yunani sebelumnya menawarkan jalur alternatif pengiriman bantuan secara damai, namun ditolak oleh pihak flotilla.

Meloni juga mengungkapkan bahwa pemerintah Italia bersama Gereja Katolik sempat mengajukan usulan agar bantuan dikirim ke Siprus, kemudian didistribusikan oleh Patriark Yerusalem, tetapi usulan ini juga ditolak flotilla.

Pejabat Israel berulang kali mengecam aksi Sumud Flotilla sebagai aksi propaganda politik.

Duta Besar Israel untuk Italia, Jonathan Peled, menulis di X bahwa penolakan flotilla untuk menyalurkan bantuan ke Gaza melalui jalur damai menunjukkan bahwa tujuan mereka bukan kemanusiaan, melainkan provokasi.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine