EtIndonesia. Wanita Rusia dilaporkan membayar hingga 20.000 rubel (sekitar Rp 4 juta) untuk wig kecil yang mereka tempelkan di area kemaluan mereka demi tampilan yang lebih alami, terinspirasi dari era 1990-an.
Menurut media Rusia, popularitas wig rambut kemaluan telah meroket dalam beberapa bulan terakhir, terinspirasi oleh tren kealamian yang melanda Rusia. Baik pria maupun wanita muda berbondong-bondong ke toko online dan marketplace khusus untuk mencari wig kemaluan yang realistis.
Anda mungkin bertanya-tanya mengapa seseorang membutuhkan aksesori aneh seperti itu, tetapi jawabannya cukup sederhana. Sebagian besar pengguna ingin mempertahankan tampilan alami area kemaluan yang terinspirasi dari era 90-an, tetapi tidak ingin menumbuhkan rambut mereka sendiri, karena berbagai alasan.

Beberapa memilih untuk menghilangkan rambut secara permanen, yang lain hanya tidak ingin berurusan dengan rasa gatal karena tumbuhnya rambut, jadi wig adalah solusi yang tepat.
Kanal Telegram Mash News mengklaim bahwa harga ekstensi rambut kemaluan berkisar antara 600 rubel (Rp121.000) hingga 5.000 rubel (sekitar Rp 1 juta).
Beberapa wanita memilih aksesori yang terbuat dari bahan alami, dengan harga mulai dari 20.000 rubel (Rp 4 juta). Perekat khusus digunakan untuk pemasangan, yang menurut produsennya aman untuk kulit dan selaput lendir.
Moskva-24 melaporkan bahwa klinik transplantasi rambut di Moskow telah menerima permintaan untuk mengembalikan rambut ke area kemaluan klien mereka setelah prosedur penghilangan rambut permanen. (yn)


