Organisasi World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG, atau “Organisasi Dunia untuk Menyelidiki Penganiayaan terhadap Falun Gong”) baru-baru ini merilis laporan penyelidikan terbaru yang mengungkap praktik pengambilan organ hidup secara besar-besaran terhadap bayi dan balita oleh rezim PKT , serta mengungkap jaringan industri di balik transplantasi organ tersebut.
EtIndonesia. Laporan WOIPFG, kejahatan pengambilan organ hidup dari bayi, balita, dan bayi prematur di Tiongkok terus meningkat. Kasus termuda yang terkonfirmasi adalah seorang bayi berusia hanya 40 hari yang ginjalnya diambil secara paksa.
Sumber donor tidak hanya berasal dari anak-anak praktisi Falun Gong, tetapi juga mencakup bayi dari program surrogate (ibu pengganti) luar negeri, pembuatan bayi secara terarah dengan pemaksaan kelahiran prematur, serta perdagangan bayi lintas negara.”
“(Pengambilan organ hidup dari bayi dan balita) mulai terjadi secara besar-besaran sejak tahun 2017. Bagaimana cara ‘penentuan terarah’ itu dilakukan? Mereka terlebih dahulu memilih perempuan muda yang sehat, lalu menggunakan sperma dari pasien penerima organ atau orang yang memiliki hubungan darah dengannya untuk melakukan pembuahan buatan (inseminasi buatan). Dengan demikian, organ bayi yang lahir memiliki hubungan darah langsung dengan penerima organ, sehingga tidak terjadi penolakan organ setelah transplantasi,” ujar Ketua WOIPFG, Wang Zhiyuan dilaporkan Sabtu (4/10/2025).

Wang Zhiyuan menegaskan bahwa bila kejahatan ini tidak segera dihentikan, maka perdagangan bayi dan balita akan semakin memburuk, dan kasus hilangnya perempuan serta anak-anak akan terus meningkat.
Ia menambahkan: “Dalam dunia transplantasi organ, tingkat keberhasilan transplantasi organ bayi sangat tinggi. Organ bayi memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa, dan risiko penolakan organ dari donor berbeda (allograft) sangat rendah. Dari sudut pandang medis, hal ini sangat menggoda dan menarik bagi mereka yang ingin mendapatkan organ.”
Wang juga mengimbau masyarakat Tiongkok untuk tidak mengizinkan anak-anak mereka menjalani tes darah di taman kanak-kanak atau sekolah, agar tidak menjadi target pengambilan organ.
Ia mengungkapkan: “(Pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok) menggunakan pembuahan buatan untuk menciptakan bayi yang secara genetik memiliki hubungan darah langsung dengan mereka. Meskipun mungkin bayi itu secara teknis adalah ‘anak’ atau ‘cucunya’, mereka sudah tidak peduli dengan etika atau moralitas. Bagi mereka, yang penting hanyalah bahwa organ itu cocok dengan tubuh mereka, agar mereka bisa memperpanjang umur.”
Di akhir pernyataannya, Wang Zhiyuan menyerukan masyarakat untuk berani mengungkapkan kejahatan pengambilan organ hidup ini, dan menyediakan informasi atau petunjuk kepada WOIPFG demi membantu penyelidikan lebih lanjut. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


