EtIndonesia. Di Hangzhou, Tiongkok, pernah ada sebuah kuliah umum yang dibawakan oleh seorang profesor dari Universitas Zhejiang. Saat dia sedang bersemangat menyampaikan materi, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia tidak menghiraukannya.
Seorang mahasiswa yang duduk di barisan depan menegurnya: “Profesor, mungkin sebaiknya Anda angkat telepon itu.”
Sang profesor hanya tersenyum dan berkata: “Itu hanyalah musik latar untuk ceramah saya.
Seluruh hadirin pun tertawa. Telepon itu akhirnya berdering sampai tiga kali, tapi dia tetap tidak mengangkatnya.
Tema kuliah hari itu adalah efisiensi. Ketika menjelaskan sebuah kasus, profesor mengambil contoh dari kejadian baru saja terjadi.
Dia berkata:
“Jika saya menjawab telepon di tengah-tengah ceramah, maka:
1. Dari sisi lawan bicara di telepon, suasana dan cara saya merespons pasti tidak nyaman—karena saya sedang terikat situasi lain.
2. Dari sisi saya sendiri, telepon itu akan memutus alur berpikir saya. Kalau yang terdengar kabar baik mungkin tidak masalah, tapi bagaimana kalau justru kabar buruk? Bukankah akan berantakan suasana saya?”
Menurutnya, cara paling bijak adalah tidak mengangkat telepon saat itu juga, lalu setelah selesai baru menjelaskan keadaan kepada penelepon. Dengan begitu, orang lain justru lebih bisa memahami, dan komunikasi pun bisa berjalan lebih baik.
Pelajaran Hidup
Banyak telepon sebenarnya tidak harus dijawab segera. Dengan menundanya, kita bisa lebih fokus pada pekerjaan yang sedang dilakukan, sekaligus menghindari menyakiti perasaan orang lain karena respon yang terburu-buru atau setengah hati.(jhn/yn)


