EtIndonesia. Seorang biksu cilik setiap pagi mendapat tugas membersihkan halaman kuil dari daun-daun yang berguguran.
Menyapu dedaunan di pagi hari adalah pekerjaan yang melelahkan, apalagi di musim gugur dan musim dingin, ketika angin bertiup kencang dan daun-daun terus berjatuhan. Hampir setiap pagi dia membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan pekerjaannya, dan hal itu membuatnya pusing mencari cara agar bisa lebih ringan.
Suatu hari, seorang biksu senior memberinya saran: “Besok, sebelum mulai menyapu, guncangkan saja pohon itu sekuat tenaga agar semua daun jatuh sekaligus. Dengan begitu, lusa kamu tidak perlu lagi menyapu daun.”
Biksu cilik merasa ide itu sangat bagus. Keesokan paginya dia bangun lebih awal, lalu mengguncang pohon itu dengan sekuat tenaga. Daun-daun berjatuhan, dia pun menyapunya semua. Dalam hati dia senang sekali, merasa sudah menyapu untuk dua hari sekaligus.
Namun, keesokan harinya saat dia kembali ke halaman, dia tertegun. Halaman tetap dipenuhi daun-daun baru, sama seperti biasanya.
Seorang biksu tua datang menghampirinya dan berkata sambil tersenyum: “Anak bodoh, sebanyak apa pun kamu mengguncangkan pohon hari ini, esok daun baru tetap akan jatuh.”
Barulah biksu cilik itu mengerti: dalam hidup, ada banyak hal yang tidak bisa diprediksi. Satu-satunya jalan adalah menjalani hari ini dengan sungguh-sungguh—itulah sikap hidup yang paling nyata.
Pelajaran Hidup
Jangan mengkhawatirkan beban hari esok sebelum waktunya. Hiduplah dengan baik hari ini, itu jauh lebih penting dari segalanya.(jhn/yn)


