Bungkukkan Badanmu, Ambil Kembali Martabatmu

EtIndonesia. Lebih dari 70 tahun lalu, seorang pemuda Norwegia menyeberangi laut menuju Prancis. Dia bertekad mengikuti ujian masuk di Konservatori Musik Paris yang terkenal.

Saat ujian, meski dia berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya, para penguji tetap tidak menerimanya.

Dengan kondisi miskin dan lapar, pemuda itu berjalan ke sebuah jalan ramai tak jauh dari akademi. Di bawah sebuah pohon beringin, dia membuka biolanya dan mulai bermain. Satu lagu demi satu lagu dia mainkan, membuat banyak orang berhenti dan terpikat. Ketika lapar semakin mencekik, dia pun membuka kotak biolanya. Penonton yang terkesan mulai meletakkan uang ke dalamnya.

Namun, seorang pemuda usil dengan sinis melempar uang ke tanah, tepat di kakinya.


Si pemain biola melihatnya, lalu membungkuk, mengambil uang itu, dan dengan sopan menyerahkannya kembali:  “Tuan, uang Anda jatuh.”

Orang usil itu malah kembali melemparkan uang tersebut ke tanah dengan arogan:  “Sekarang uang ini sudah milikmu. Kamu harus menerimanya!”

Pemuda itu kembali menatapnya, lalu membungkuk dalam-dalam dan berkata dengan penuh hormat: “Terima kasih atas bantuan Anda! Barusan uang Anda jatuh, saya membungkuk untuk memungutnya. Sekarang uang saya jatuh ke tanah, bolehkah Anda juga membungkukkannya untuk saya?”

Orang usil itu terdiam sejenak, lalu dengan wajah memerah karena malu, dia mengambil uang itu dan meletakkannya ke dalam kotak biola sebelum pergi dengan tergesa.

Di antara kerumunan, ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikannya dengan tenang. Itu adalah salah satu penguji yang menolaknya sebelumnya. Terpukau oleh sikap pemuda itu, dia kemudian mengajaknya kembali ke konservatori, dan akhirnya menerima dia sebagai murid.

Nama pemuda itu adalah Bill Sadin, yang kelak menjadi musisi terkenal asal Norwegia. Salah satu karyanya yang paling dikenal berjudul “Angkatlah Dadamu”.

Pelajaran Hidup

Ketika hidup berada di titik terendah, kita sering menjadi sasaran hinaan dan pelecehan. Saat kita berjuang keras hanya untuk bertahan hidup, ada saja orang yang dengan sengaja menginjak harga diri kita.

Melawan dengan amarah hanya akan membuat orang yang sempit hati semakin kejam. Tetapi dengan akal sehat, ketenangan, dan kelapangan hati, kita bisa mempertahankan martabat kita dengan cara yang lebih berkelas.

Ingatlah: Bungkukkan badanmu, dan ambil kembali martabatmu.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine