EtIndonesia. Sebuah drone Rusia pada Sabtu (4 Oktober), menyerang stasiun kereta Shostka di wilayah Sumy, Ukraina timur laut, mengakibatkan sedikitnya 30 orang terluka dan 1 orang tewas. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia melakukan tindakan terorisme.
Rekaman udara menunjukkan kereta penumpang di stasiun Shostka mengalami kerusakan parah, jendela-jendela pecah dan asap tebal membubung.
Serangan pada Sabtu itu menargetkan jalur kereta api, fasilitas energi, dan infrastruktur sipil, menewaskan satu orang dan melukai lebih dari 30 lainnya, termasuk tiga anak-anak, yang termuda berusia tujuh tahun.
“Ini adalah tindakan teror khas Rusia. Puluhan drone dikerahkan dalam serangan ini, dan salah satunya langsung menghantam kereta penumpang biasa yang sama sekali tidak memiliki tujuan militer,” ujar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Setelah serangan, jaksa lokal melaporkan bahwa seorang pria berusia 71 tahun ditemukan tewas di dalam gerbong yang rusak.
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Rekonstruksi Ukraina Oleksiy Kuleba mengatakan bahwa Rusia menyerang dua kereta penumpang secara beruntun dalam waktu singkat — pertama kereta lokal, lalu kereta yang menuju ibu kota Kyiv.
Sementara itu, serangan malam lainnya oleh militer Rusia menyebabkan sekitar 50.000 rumah di wilayah Chernihiv (utara Ukraina) mengalami pemadaman listrik.
Sebagai balasan, militer Ukraina mengklaim telah menyerang sebuah kilang minyak besar di wilayah Leningrad, Rusia barat laut, dan menyebutnya sebagai tindakan pembalasan yang sah terhadap serangan harian Rusia terhadap kota-kota dan jaringan listrik Ukraina. (Hui/asr)
Laporan oleh Yixin dan Liu Fei, New Tang Dynasty Television


