EtIndonesia. Para ahli menyarankan agar sebelum membeli tanaman hias atau lanskap, pastikan terlebih dahulu apakah tanaman tersebut tergolong spesies invasif. Tanaman invasif adalah jenis tanaman yang berasal dari luar wilayah setempat, dan dapat menyebar dengan cepat, menyingkirkan tanaman asli, serta mengganggu keseimbangan ekosistem.
Di Amerika Serikat, banyak negara bagian belum memiliki aturan yang melarang penjualan tanaman yang telah diidentifikasi sebagai spesies invasif, sehingga penting bagi masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih tanaman taman.
Berikut 10 jenis tanaman yang dinilai para ahli sebagai spesies invasif dan sebaiknya dihindari:
1. Bambu
Sejak akhir abad ke-19, bambu non-pribumi diperkenalkan ke AS sebagai tanaman lanskap. Namun, bambu berkembang menjadi tanaman invasif, karena menyebar cepat melalui akar rimpang bawah tanah, menyingkirkan vegetasi asli, dan menghambat pertumbuhan hutan baru.
Prof. Bethany Bradley dari Universitas Massachusetts Amherst menjelaskan: “Bambu tumbuh sangat cepat dan mampu menyebar jauh melalui batang rimpang. Ia bahkan bisa masuk ke halaman tetangga dan ke dalam ekosistem alami. Saya pribadi tidak menyarankan menanam jenis bambu apa pun.”
2. Barberry (Semak Barberi / 小檗)
Tanaman ini dibawa oleh imigran Eropa untuk dijadikan pagar hias atau pagar ternak. Namun, kemudian menunjukkan sifat sangat invasif.
Varietas pengganti seperti barberry Jepang (Japanese barberry) juga terbukti memiliki efek yang sama.
Biji barberry sangat mudah tumbuh dan menyebar, membentuk dinding tanaman yang rapat, membatasi ruang gerak hewan, serta bersaing dengan tanaman asli dalam hal cahaya dan nutrisi.
3. Broom (Genista / Cytisus scoparius – “Sapu Skotlandia”)
Tanaman ini sangat kompetitif dan tumbuh cepat, sering kali membentuk semak tebal yang menekan tanaman lain.
Kari Windbiel-Rojas, Wakil Direktur Program Manajemen Hama Terpadu Universitas California, mengatakan:
“Tanaman ini memang terlihat indah, tetapi menghasilkan banyak biji. Bila lepas dari halaman rumah atau tumbuh di dekat alam liar, mereka bisa cepat menyebar dan menjadi spesies invasif baru.”
4. Euonymus (Semak Euonymus /衛矛屬植物)
Dua jenis umum yang dinilai invasif adalah:
- Euonymus alatus (dikenal sebagai “fire bush” atau semak api), yang banyak digunakan untuk pagar hias. Tanaman ini menghasilkan banyak biji yang disebarkan oleh burung, lalu tumbuh menjadi semak padat di hutan, pesisir, dan padang rumput, mengganggu keseimbangan ekosistem.
- Euonymus fortunei (wintercreeper), tanaman merambat yang cepat tumbuh. Bijinya juga disebarkan oleh burung, lalu menyebar cepat di area terbuka hutan, menyingkirkan bibit pohon dan tanaman asli lainnya.
Bradley menjelaskan: “Semua komisi tanaman invasif di timur laut AS menilai Euonymus fortunei sebagai spesies berisiko tinggi. Namun karena tanaman ini sangat menguntungkan secara komersial, penjualannya masih sulit dikendalikan.”
5. Fountain Grass (Rumput Air Mancur)
Asalnya dari Afrika Utara dan Asia Barat. Kini banyak digunakan sebagai tanaman hias taman di AS.
Namun, benihnya mudah tersebar melalui angin, air, hewan, dan kendaraan. Tanaman ini cepat menekan spesies lain, mengurangi habitat satwa seperti katak, serta mudah terbakar, meningkatkan risiko kebakaran hutan di wilayah barat dan barat daya AS.
6. Mexican Feather Grass (Rumput Bulu Meksiko)
Tanaman ini memang asli Amerika Utara, tetapi hanya di wilayah sempit — Texas barat, New Mexico selatan, dan Meksiko tengah. Di luar daerah aslinya, terutama di California, tanaman ini menjadi invasif karena penyebarannya cepat dan sering dipilih karena tampilannya yang indah.
Windbiel-Rojas menambahkan: “Tanaman ini tumbuh dan menyebar sangat cepat, itulah sebabnya populer — tapi juga meningkatkan risiko kebakaran.”
7. Miscanthus (Rumput Gajah )
Tanaman ini memiliki daya tarik hias yang tinggi, tetapi mudah keluar dari area tanam. Ia menyebar melalui akar rimpang bawah tanah dan biji yang diterbangkan angin, menyerang area tepi jalan, hutan, dan lahan kosong.
Ahli menyarankan untuk berhati-hati memilih jenis rumput hias ini.
8. Pampas Grass (Rumput Pampas)
Asalnya dari Amerika Selatan dan diperkenalkan ke California oleh para pengelola pembibitan. Kini telah menyebar luas di daerah pesisir California.
Windbiel menjelaskan: “Satu tanaman Pampas dapat menghasilkan hingga 100.000 biji setiap tahun, yang dapat terbawa angin sejauh 30 kilometer.”
Akibatnya, tanaman ini tumbuh cepat dan membentuk koloni rapat yang menghalangi sinar matahari dan mencegah tumbuhnya bibit pohon.
9. Periwinkle (Tapak Dara)
Meski tampak indah dan tahan lama, tapak dara juga tergolong tanaman invasif.
Batangnya mudah menjalar dan berakar cepat saat menyentuh tanah. Bahkan potongan kecil batang atau akar yang terbawa air atau sistem drainase dapat tumbuh dengan cepat dan menutupi seluruh area hutan atau lembah, menekan tanaman asli.
10. Tree of Heaven (Pohon Surga)
Bernama ilmiah Ailanthus altissima, tanaman ini dibawa dari Tiongkok ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-18. Ia berkembang biak melalui biji dan sistem akar bawah tanah yang terus menghasilkan tunas baru, membentuk semak padat yang menekan pertumbuhan tanaman asli.
Laporan oleh Song Qiyun / Diterjemahkan oleh Lin Qing


