EtIndonesia. Badai salju hebat tiba-tiba melanda lereng timur Gunung Everest (Qomolangma), pada 5 Oktober 2025. Insiden tersebut menyebabkan hampir seribu wisatawan terjebak. Banyak tenda hancur tertimbun salju, beberapa orang mengalami hipotermia, dan situasinya sangat genting. Ratusan wisatawan nekat melarikan diri di tengah badai salju — video kejadian ini tersebar luas di media sosial dan menarik perhatian besar.
Menurut sejumlah video yang diunggah netizen di platform media sosial, kamp di lereng timur Everest di wilayah Dingri, Shigatse, Tibet, dilanda badai salju besar secara tiba-tiba, membuat hampir seribu orang terperangkap dan tidak bisa turun gunung.
10月5日,珠峰东坡暴雪,近千人被困,無數帳篷被雪埋。 pic.twitter.com/BZghYMxAus
— ying tang (@yingtan04410735) October 6, 2025
Sebuah video menunjukkan bahwa pada 4 Oktober dini hari, kamp Cuoxuerenma di lereng Everest mulai diguyur salju lebat, hingga tenda-tenda tertimbun salju. Wisatawan yang merekam video berkata: “Kami bertahan dengan susah payah sampai pagi, pada 5 oktober, semua orang terpaksa melarikan diri.”
Seorang wisatawan perempuan yang terjebak juga mengunggah video pada 5 oktober dan berkata: “Saljunya sangat tebal, kami masih menunggu tim penyelamat tapi belum datang. Orang-orang di depan sedang membuka jalan, mendaki celah gunung. Salju setebal ini, bahkan ada seekor anjing yang ikut membuka jalan.”
10月6日,遭遇暴雪,珠峰东坡千人大撤退,活着回来就好。 pic.twitter.com/XjTRwlhJvJ
— ying tang (@yingtan04410735) October 6, 2025
Dalam video terlihat rombongan panjang wisatawan berjalan perlahan di salju setinggi lutut.
10月5日暴雪之后,大家迷茫如何出山、大雪及腰。珠峰东坡大暴雪后的开路小哥,一模黄色在白茫茫大雪之中如此亮眼、在暴雪之中义无反顾为大家开路上垭口。 pic.twitter.com/1GaDAumjxH
— ying tang (@yingtan04410735) October 6, 2025
Perempuan itu berkata: “Orang yang membuka jalan sangat kelelahan. Sekarang yak sudah datang, biarkan yak membuka jalan. Para pemandu di depan sudah hampir tak kuat. Sekarang kami sedang mendaki celah gunung di ketinggian 5.300 meter, semua orang berjalan sangat lambat.”
10月6日,珠峰东坡,大雪后徒步穿越紧急撤出。 pic.twitter.com/Pd9lhWbDB7
— ying tang (@yingtan04410735) October 6, 2025
Beberapa ekor yak terlihat berjalan di depan membuka jalur di tengah badai salju. “Karena badai salju ini, para penggembala dan semua yak mereka juga ikut mundur dari daerah ini,” tambah wisatawan tersebut.
Video lainnya memperlihatkan ratusan wisatawan berbaris mendaki gunung bersalju, dengan seorang wanita berkata:
“Kami sedang menyeberangi celah gunung. Orang yang membuka jalan di depan sudah sampai di lereng tengah, dan terus berusaha naik,” katanya.
10月5日,珠峰东坡嘎玛沟,珠峰一营地近千人因暴雪被困。 pic.twitter.com/gWa1Ho81nF
— ying tang (@yingtan04410735) October 6, 2025
Menurut laporan media daratan Tiongkok, 4 Oktober terjadi badai salju terkuat selama masa libur “Pekan Emas” di lereng timur Everest, dengan jarak pandang menurun hingga kurang dari satu meter. Jalur utama seperti Wula Pass tertutup total oleh salju tebal. Pada pukul 17.50 waktu setempat, kawasan wisata Everest ditutup darurat dan penjualan tiket dihentikan. Jalan menuju lokasi membeku dan kendaraan tak bisa melintas.
Akibat badai salju mendadak ini, banyak rombongan pendaki terjebak di kamp Xiaowucuo, Tangxiang, dan Rega. Tenda-tenda di sana banyak yang runtuh tertimpa salju, bahkan terkubur seluruhnya. Yak yang digunakan untuk membawa barang juga tidak dapat bergerak karena salju terlalu dalam.
Menurut informasi dari netizen, pada 5 Oktober dini hari, tim penyelamat Blue Sky Tibet menerima panggilan darurat dari orang-orang yang terjebak di lereng timur Everest. Mereka melaporkan bahwa sekitar seribu orang masih terjebak di beberapa kamp, dengan tenda-tenda runtuh dan sejumlah orang mengalami hipotermia, situasinya sangat berbahaya.
Seorang netizen bernama “7777” mengunggah video yang memperlihatkan orang-orang berjalan menembus badai salju sambil berkata:
“Saya tidak terjebak, ini adalah rekaman saat saya terus berjalan ke luar, tapi saya dengar banyak orang masih terperangkap di dalam.”
Seorang wisatawan lain bernama Tuan Sun, yang berhasil turun lebih awal dari kamp lereng timur Everest, mengatakan bahwa salju mulai turun sejak 3 Oktober malam dan tidak berhenti hingga 4 Oktober. Ia beruntung berhasil turun sebelum jalan tertutup.
10月5日,網友「7777」發布視頻,她和牧民頂著風雪撤離珠峰,她表示自己沒有被困,但有很多人被困在山上了。 pic.twitter.com/k7BW1HcodR
— ying tang (@yingtan04410735) October 6, 2025
“Teman saya di atas bilang salju turun sangat deras malam itu, banyak tenda ambruk, dan salju di kamp mencapai lebih dari satu meter. Jalur turun benar-benar tertutup,” kata Sun.
“Kabar dari atas bilang masih ada sekitar seribu orang yang tak bisa bergerak. Salju sudah lebih dari satu meter,” ujarnya.
Pihak pengelola kawasan wisata Gunung Everest di Tibet mengkonfirmasi bahwa ribuan wisatawan memang terjebak akibat badai salju mendadak. Mereka menyatakan bahwa ratusan penduduk setempat dan tim penyelamat telah dikerahkan ke pegunungan untuk membersihkan jalur menggunakan alat berat.
Pada 5 Oktober, sebanyak 350 wisatawan berhasil mencapai titik evakuasi di Kota Quedang, sementara 200 orang lainnya sudah berhasil dihubungi dan sedang dalam proses evakuasi bertahap.
Pada 6 Oktober, salah satu wisatawan yang selamat, pengguna media sosial bernama “Leng Yuexin”, menulis: “Mengalami badai salju di lereng timur Everest — ribuan orang melakukan evakuasi besar-besaran. Yang penting, kami masih hidup dan berhasil kembali.” (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


