EtIndonesia. Pada 4 Oktober 2025 malam, terjadi kerusuhan besar di kawasan China Town di Provinsi Preah Sihanouk, Kamboja (juga dikenal sebagai Sihanoukville). Ratusan pekerja asing asal Indonesia, India, dan Pakistan menyerbu kantor serta asrama pekerja, merusak berbagai fasilitas hingga situasi menjadi sangat kacau dan tidak terkendali.
Pasukan polisi dalam jumlah besar segera menutup akses ke area kejadian. Kemudian, baru pada 5 Oktober dini hari situasi berhasil dikendalikan.
Menurut laporan Cambodia-China Times, kerusuhan dimulai sekitar pukul 22.00 malam. Para pekerja asing tersebut diketahui bekerja di perusahaan Judol dan penipuan telekomunikasi yang dioperasikan oleh warga Tiongkok di dalam kawasan itu.
Mereka diduga marah karena perselisihan internal, lalu melampiaskan emosi dengan menghancurkan komputer, peralatan kantor, serta fasilitas asrama. Sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Setelah menerima laporan, polisi anti huru-hara dan beberapa pasukan tambahan segera dikerahkan ke lokasi. Area kejadian langsung dikepung dan ditutup total, dan sekitar pukul 4 dini hari situasi akhirnya berhasil diredakan.
Semua orang yang terlibat dalam kerusuhan telah diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut.
Menurut hasil penyelidikan awal, kerusuhan ini kemungkinan dipicu oleh perselisihan gaji dan konflik terkait agama, namun pihak kepolisian belum mengumumkan penyebab pasti insiden tersebut. (hui/asr)


