EtIndonesia. Penembakan massal terjadi di pusat kota Montgomery, ibu kota negara bagian Alabama, AS, pada 4 Oktober 2025 malam. Insiden tersebut menyebabkan 2 orang tewas dan 12 orang luka-luka.
Insiden terjadi sekitar pukul 23.30 waktu setempat, di area hiburan malam yang ramai dekat Bib Street dan Commerce Street. Polisi setempat menyebut peristiwa ini sebagai “penembakan massal.”
Dalam konferensi pers pada 5 Oktober, polisi mengkonfirmasi bahwa korban tewas adalah Jeremiah Morris (17 tahun) dan Sharonda Williams (43 tahun). Dari 12 korban luka lainnya, 5 orang berada dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit.
Menurut keterangan polisi, setengah dari korban berusia di bawah 20 tahun, dengan korban termuda berusia 16 tahun.
Kepala Kepolisian Montgomery, James Graybois, mengatakan situasi di tempat kejadian sangat kacau. Di tengah kerumunan, banyak orang mengeluarkan senjata dan mulai saling menembak.
“Kedua kelompok saling tembak di antara kerumunan orang,” katanya. Ia menambahkan bahwa para pelaku “tidak memedulikan keselamatan orang-orang di sekitar.”
Penembakan terjadi di kawasan wisata populer kota itu, tidak lama setelah pertandingan sepak bola universitas antara Tuskegee University dan Morehouse College berakhir. Saat itu, banyak wisatawan yang datang ke Montgomery untuk menonton pertandingan dan menghadiri Pameran Nasional Negara Bagian Alabama, serta berbagai acara perayaan di pusat kota.
“Kejadian seperti ini tidak bisa diterima, dan kami tidak akan membiarkannya menjadi hal yang normal,” tegas Wali Kota Montgomery, Steven Reed.
Menurut polisi, motif penembakan masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal menunjukkan bahwa konflik pribadi antara dua orang di kerumunan memicu baku tembak tersebut. Polisi juga menemukan bahwa berbagai jenis senjata dengan kaliber berbeda dan magazin berkapasitas besar digunakan dalam insiden ini.
Penyelidikan masih berlangsung, dan belum ada tersangka yang didakwa.
Pemerintah kota Montgomery menawarkan hadiah sebesar 50.000 dolar AS bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi untuk membantu penyelidikan kasus ini. (Hui/asr)


