Batu Hitam dan Batu Putih

EtIndonesia. Dahulu kala, pada masa di mana orang yang tak mampu membayar utang bisa langsung dijebloskan ke penjara, hiduplah seorang pedagang di London yang berutang besar kepada seorang rentenir kejam dan licik.

Rentenir itu sudah tua, berwajah buruk, dan berhati busuk. Namun, dia menaruh nafsu pada putri sang pedagang yang muda dan cantik. Dengan wajah berpura-pura murah hati, dia mengajukan tawaran menjijikkan.

 “Kamu boleh melunasi seluruh utangmu, asalkan anak perempuanmu menikah denganku,” katanya.

Sang pedagang dan putrinya terkejut dan ketakutan mendengar permintaan itu.  Namun si rentenir berpura-pura “adil” dan berkata bahwa keputusan sebaiknya diserahkan pada takdir.

Permainan Kejam Sang Rentenir

Dia mengusulkan sebuah cara yang tampak “adil”:

“Aku akan mengambil dua batu kecil — satu hitam, satu putih — lalu memasukkannya ke dalam kantong kosong ini,” katanya.

 “Jika putrimu mengambil batu putih, dia boleh pulang bersama ayahnya dan seluruh utang dianggap lunas. Tapi kalau yang dia ambil batu hitam, maka dia harus menikah denganku — dan ayahnya juga bebas dari utang. Namun jika dia menolak mengambil batu sama sekali,  maka ayahnya akan dipenjara.”

Sang gadis, meski ketakutan, terpaksa menyetujui permainan itu.

Saat itu mereka berada di jalan setapak taman yang dipenuhi batu-batu kecil berwarna abu-abu.

Rentenir itu lalu membungkuk mengambil dua batu kecil dan memasukkannya ke dalam kantong.

Namun, gadis itu — dengan mata yang tajam dan pikiran yang cerdas — melihat dengan jelas bahwa dua batu yang diambilnya ternyata sama-sama berwarna hitam!

Jebakan Balik Sang Gadis

Sekarang bayangkan, jika kamu berada di posisi gadis itu, apa yang akan kamu lakukan?

Gadis itu tidak berkata apa pun. Dengan tenang dia memasukkan tangannya ke dalam kantong, mengambil satu batu, lalu — seolah tanpa sengaja — menjatuhkannya ke tanah di antara ribuan batu lain yang serupa.

“Aduh, maaf, tanganku ceroboh sekali!” katanya dengan nada ringan. “Tapi tidak apa-apa… Sekarang kita hanya perlu melihat batu yang tersisa di dalam kantong.  Dari warnanya, kita akan tahu batu mana yang tadi saya ambil.”

Semua orang pun menatap si rentenir. Dan tentu saja — batu yang tersisa di kantong adalah batu hitam!

Karena tak mungkin mengakui kecurangannya di depan semua orang, si rentenir terpaksa berpura-pura bahwa gadis itu telah mengambil batu putih.  Dengan demikian, sang ayah terbebas dari utang, dan gadis itu terlepas dari pernikahan yang memalukan.

Kemenangan Akal dan Ketegasan

Kisah ini berakhir dengan selamat dan penuh kebijaksanaan. Masalah besar yang tampak mustahil diselesaikan, ternyata bisa diubah menjadi kemenangan — bukan dengan kekerasan,
melainkan dengan kecerdikan dan cara berpikir berbeda.

Inilah contoh luar biasa dari berpikir lateral — sebuah cara berpikir yang tidak terjebak pada “pilihan yang tampak”, melainkan melihat masalah dari sudut pandang baru.

Sang gadis tidak berfokus pada batu yang diambil, melainkan pada batu yang tersisa di dalam kantong.

Karena kadang, untuk mengubah keadaan, kita tidak perlu mengganti permainan — cukup mengubah cara kita melihatnya. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine