Israel dan Hamas Memulai Tahap Pertama Perundingan Damai – Bahas Rincian Pembebasan Sandera

Pada Senin (6 Oktober 2025), delegasi perunding dari Israel dan Hamas tiba di Mesir untuk memulai tahap pertama perundingan tidak langsung dalam rencana perdamaian. Gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera menjadi topik utama pembahasan. Presiden Donald Trump memperingatkan Hamas bahwa jika tetap berkuasa, mereka akan menghadapi kehancuran total.

ETIndonesia. Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pada  Senin (6/10/2025) bahwa delegasi Israel yang dipimpin oleh Ron Dermer telah berangkat ke Mesir untuk mengikuti perundingan. Seorang pejabat Mesir mengkonfirmasi bahwa delegasi Hamas juga telah tiba di lokasi pembicaraan.

Sehari sebelumnya, Presiden Trump mengatakan kepada wartawan saat kembali ke Gedung Putih bahwa ia optimis terhadap tercapainya kesepakatan damai Gaza.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa perundingan di Mesir perlu membahas rincian konkret pembebasan para sandera Hamas.

Rubio menyatakan: “Dalam proses pertukaran tahanan, tidak boleh terjadi ledakan atau baku tembak. Itu poin pertama. Poin kedua, kami berharap semua 48 sandera — baik yang masih hidup maupun yang tewas — dapat segera dibebaskan.”

Rubio juga menjelaskan kerangka dua tahap rencana perdamaian Gaza. Setelah para sandera dibebaskan, pasukan Israel akan mundur ke posisi ‘garis kuning’ seperti pada bulan Agustus.

Perdana Menteri Netanyahu mengatakan: “Kami telah menerima kesepakatan ini, seluruh dunia juga telah menyetujuinya. Ini adalah rencana Presiden Trump. Hamas mengklaim telah menerimanya. Sekarang bola ada di tangan Hamas.”

Netanyahu menjelaskan bahwa rencana perdamaian Trump terdiri dari dua tahap:

  • Tahap pertama, Hamas harus membebaskan semua sandera, sementara Israel melakukan penarikan taktis namun tetap mempertahankan pasukan di Gaza.
  • Tahap kedua, menargetkan demiliterisasi Gaza dan pelucutan senjata Hamas, yang akan dicapai melalui negosiasi lanjutan antara kedua pihak.

Berdasarkan rencana ini, Hamas harus membebaskan 48 sandera yang tersisa dalam waktu tiga hari, serta menyerahkan kekuasaan dan melucuti persenjataan mereka.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyatakan bahwa tahap pertama rencana perdamaian Gaza yang diajukan oleh Presiden Trump seharusnya dapat terealisasi paling lambat awal pekan depan, sementara isu-isu lainnya masih perlu waktu untuk dibahas lebih lanjut.

“Kami menyambut baik keputusan Israel untuk menyetujui rencana ini. Sekarang giliran Hamas. Israel juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap tahap rencana berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, militer Israel pada Senin merilis video operasi di Kota Gaza, yang menunjukkan pasukan Israel sedang berupaya menghilangkan ancaman dan menghancurkan infrastruktur teroris Hamas.

Pemerintah Trump minggu lalu mengajukan rencana perdamaian Gaza dengan 20 poin, yang bertujuan mengakhiri perang di Gaza, membebaskan seluruh sandera, dan merancang struktur pemerintahan baru di wilayah tersebut. Pada Jumat lalu, Hamas menerima sebagian besar isi rencana itu, namun menghindari poin-poin yang berkaitan dengan pelucutan senjata.

Dalam percakapan pesan teks dengan jurnalis CNN Jake Tapper, Presiden Trump menegaskan bahwa jika Hamas tetap berkuasa, mereka akan menghadapi kehancuran total. Ia juga menulis bahwa Netanyahu telah setuju untuk menghentikan pemboman dan mewujudkan perdamaian di Gaza. (Hui/asr)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine