EtIndonesia. Sebuah investigasi mendalam yang dipublikasikan di The Wall Street Journal edisi 5 Oktober 2025 mengungkap adanya mekanisme keuangan rahasia antara Tiongkok dan Iran yang memungkinkan Teheran tetap memperoleh devisa dari ekspor minyak meskipun berada di bawah tekanan sanksi Amerika Serikat.
Menurut laporan tersebut, skema ini pada dasarnya merupakan barter terselubung: Iran mengirim minyak mentah—banyak di antaranya ke Tiongkok—sementara sebagai gantinya Tiongkok ‘membayar’ dengan proyek-proyek infrastruktur besar di Iran seperti pembangunan bandara, jalan raya, dan fasilitas bahan bakar.
Mekanisme Transaksi Rahasia
Beberapa poin penting yang diungkap dalam laporan tersebut:
- Entitas rahasia “Chuxin” & Sinosure
Pembayaran dari perusahaan-perusahaan Tiongkok yang membeli minyak Iran dialihkan ke rekening sebuah entitas bernama Chuxin (初心). Entitas ini tidak tercantum dalam daftar resmi institusi keuangan di Tiongkok, sehingga nyaris tidak terlihat publik.
Selain itu, China Export & Credit Insurance Corporation (Sinosure), lembaga asuransi ekspor milik negara Tiongkok, berperan memberi jaminan atas proyek-proyek pembangunan di Iran.
- Perusahaan-perusahaan yang terlibat
– Iran menjual minyaknya kepada Zhuhai Zhenrong, perusahaan Tiongkok yang telah masuk daftar sanksi AS.
– Zhuhai Zhenrong menyetorkan ratusan juta dolar AS setiap bulan ke rekening Chuxin. Selanjutnya Chuxin mendistribusikan dana tersebut kepada perusahaan-perusahaan konstruksi Tiongkok yang mengerjakan proyek-proyek di Iran.
– Transaksi ini menghindari penggunaan dolar AS maupun sistem perbankan internasional yang dipantau secara ketat.
3. Tingkat aliran dana industri minyak
Berdasarkan estimasi Barat, pada tahun 2024, sekitar 8,4 miliar dolar dari pendapatan ekspor minyak Iran dialirkan melalui jalur rahasia ini untuk mendanai proyek-proyek Tiongkok di Iran.
Laporan EIA (U.S. Energy Information Administration) memperlihatkan bahwa sekitar 90% ekspor minyak Iran berupa minyak mentah, dan Tiongkok menjadi pembeli utama dalam rangkaian itu.
- Konteks historis & politik
Skema ini semakin penting sejak keluarnya Amerika Serikat dari perjanjian nuklir Iran pada 2018 (JCPOA) dan penerapan sanksi yang lebih ketat. Sejak itu, Tiongkok berperan sebagai pendukung utama ekonomi Iran.
Dalam beberapa tahun terakhir, AS juga telah menerapkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok independen (refinery “teapot”) dan operator pelabuhan yang diduga memfasilitasi pengiriman minyak Iran ke Tiongkok, sebagai bagian dari kampanye tekanan maksimum (“maximum pressure”).
- Tantangan & pembelaan dari Tiongkok dan Iran
– Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan bahwa pihaknya “tidak mengetahui pengaturan tersebut” dan menolak sanksi sepihak yang dianggap ilegal.
– Sinosure dan Chuxin sejauh ini belum terkena sanksi AS, meskipun skema ini telah menarik pengawasan tajam dari pemerintah Barat.
– Iran membela bahwa skema ini adalah bentuk kerjasama sah antar negara, sementara efek sanksi AS yang sepihak dianggap sebagai hambatan terhadap mekanisme kerja sama internasional.
Sudut Pandang & Implikasi Global
Keuntungan bagi Iran:
– Memberi jalan keluar terhadap pembatasan finansial akibat sanksi.
– Memungkinkan Iran tetap mempertahankan aliran devisa dari ekspor minyak.
– Mendapatkan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan lewat “pembayaran non-dolar”.
Risiko & sorotan:
– Jika skema ini terbukti sebagai pelanggaran sanksi, maka perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terlibat bisa menjadi target sanksi selanjutnya.
– Mekanisme semacam ini memperdalam ketergantungan Iran pada Tiongkok, yang memiliki kekuatan tawar lebih tinggi.
– Meskipun tersembunyi, praktik barter semacam ini bisa menciptakan preseden baru dalam bypass sanksi global, menggoyahkan efektivitas sanksi unilateral.
Respons dari AS dan mitra sekutu:
Pemerintah AS, melalui pernyataan pejabat Departemen Keuangan, menyatakan bahwa entitas-entitas asing yang membantu evasi sanksi akan menjadi prioritas tindakan.
Selain itu, AS telah memperluas daftar sanksi terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga memfasilitasi impor minyak Iran ke Tiongkok, termasuk puluhan entitas di Hong Kong dan perusahaan-perusahaan pelayaran.


