Pada 5 Oktober 2025 sore, di Kota Ningde, Provinsi Fujian, Tiongkok, sebuah mobil listrik buatan lokal merek Avatr 06 tiba-tiba terbakar. Kebakaran itu kemudian menjalar ke kendaraan di sekitarnya dan menyebabkan tujuh mobil lain — termasuk Audi, BMW, Mazda, dan Aion — ikut terbakar dan meledak. Menurut keterangan pemilik, mobil tersebut baru dibeli satu setengah bulan lalu dan baru menempuh jarak 1.066 kilometer.
EtIndonesia. Video yang beredar di internet menunjukkan, kebakaran terjadi di sebuah tempat parkir di Kota Sansha, Ningde, Tiongkok pada siang hari di tengah libur panjang “Golden Week 11 Oktober”. Api yang berasal dari mobil Avatr 06 dengan cepat menyambar mobil-mobil wisatawan yang terparkir di sekitarnya.
Seorang pengguna media sosial yang diduga pemilik mobil Avatr itu mengunggah video kebakaran dan menyebut bahwa mobil tersebut dibeli baru pada 28 Agustus 2025, digunakan hanya sekitar 1,5 bulan, dan belum mencapai 1.100 km.
Dalam video terlihat bahwa asap tebal pertama kali keluar dari sisi kursi penumpang depan, dan berdasarkan data dari aplikasi mobil, suhu di dalam kendaraan sebelum terbakar telah mencapai 76,4°C.
Pemilik mengatakan bahwa pada pukul 13:56, mobil mulai mengeluarkan asap; sekitar satu menit kemudian api muncul, dan pada menit ketiga api sudah tak terkendali.
Beberapa waktu kemudian, video itu dihapus oleh pemiliknya setelah ia mengaku telah dihubungi oleh pihak pabrikan yang berjanji akan menanganinya dengan baik.
10月5日,福建宁德一辆阿维塔06电动汽车突然起火,引起周围7辆车着火爆炸。 pic.twitter.com/7WmblJwhOy
— 文心雕龍 (@zhengxinkr) October 7, 2025
Pihak Avatr resmi menyatakan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menyelidiki insiden ini, namun belum dapat memberikan informasi lebih lanjut.
Menurut data publik, Avatr Technology didirikan pada tahun 2018, berfokus pada produksi mobil listrik kelas atas (EV premium). Perusahaan ini dimiliki oleh Changan Automobile Group dan CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Ltd.) sebagai pemegang saham utama, sementara Huawei menjadi mitra teknologi utama.
Sebelumnya, pihak Avatr mengklaim bahwa baterai pada model Avatr 06 “tidak akan terbakar atau meledak”, serta menyebut bahwa seluruh seri mobil mereka menggunakan baterai dari CATL yang diklaim memberikan “keamanan tertinggi bagi pengguna”.
Namun insiden ini menimbulkan perdebatan luas di media sosial Tiongkok. Sebagian warganet menduga kebakaran disebabkan oleh suhu ekstrem di dalam mobil, yang mungkin menyebabkan benda seperti korek api atau parfum meledak karena panas.
“Mobil jangan dibiarkan ada korek api atau parfum di dalamnya, suhu di dalam mobil setelah dijemur bisa sangat tinggi,” tulis salah satu pengguna.
Ada juga yang menduga mobil tersebut mungkin telah dimodifikasi, sehingga terjadi korsleting pada sistem kelistrikan.
Banyak pengguna internet mengingatkan bahwa teknologi mobil listrik buatan Tiongkok masih belum matang, dan keamanannya belum bisa dijamin sepenuhnya.
“Baru aman kalau teknologi baterai solid-state sudah dikembangkan dan digunakan secara massal beberapa tahun tanpa masalah.”
“Kenyataannya, teknologi mobil listrik murni di seluruh dunia masih belum cukup matang — paling cepat baru aman sekitar tahun 2027.”
Beberapa komentar lain bahkan bernada sinis:
“Mobil listrik di Tiongkok gampang sekali terbakar, mengerikan sekali.”
“Negara gencar mendukung mobil listrik. Ayo, semua beli mobil listrik! Jangan karena dia lambat diisi, jarak tempuh pendek, harga jual kembali rendah, cepat terbakar, dan habis terbakar sampai gosong, lalu kalian tidak mau beli. Kalau kamu tidak beli, dia tidak beli, masa saya yang harus beli?”
(Hui/asr)


