Peretas Tiongkok yang Menyamar Sebagai Epoch Times Tebar Surat Ancaman, FBI Meluncurkan Penyelidikan

EtIndonesia. Baru-baru ini, peretas yang diduga berasal dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) menyamar sebagai pemimpin redaksi situs The Epoch Times dan mengirimkan pesan ancaman kepada Gedung Putih. Terbaru, mengancam Istana Kepresidenan Taiwan. Isi pesannya bersifat menantang dan provokatif. Bahkan secara terang-terangan mencoba menuduh Falun Gong sebagai pelaku. 

Pemimpin redaksi The Epoch Times edisi bahasa Mandarin, Huang Wanqing, menegaskan bahwa ini bukanlah tindakan individu, melainkan operasi yang terorganisir. FBI telah turun tangan untuk menyelidiki kasus ini.

Markas Besar Biro Investigasi Federal (FBI) di Washington pada 12 Agustus 2024. Madalina Vasiliu/The Epoch Times

Email yang dikirim oleh pelaku dengan subjek  “Kau Tak Bisa Menyentuhku” itu mengatasnamakan Huang Wanqing dan meninggalkan pesan di kanal media independen Wei Yu Kan Shijian yang berbunyi, “Sejumlah besar bahan peledak telah ditempatkan di Istana Kepresidenan Taiwan.” 

Ini merupakan salah satu dari serangkaian surat ancaman palsu yang mengatasnamakan The Epoch Times dan pihak-pihak yang terkait dengannya.

Nada dalam surat tersebut sangat provokatif, disertai sejumlah foto dan salinan kartu identitas, serta menyatakan, “Baik Amerika Serikat maupun Taiwan tidak bisa berbuat apa-apa terhadapku.”

“Email yang dikirim kepada kami bukan ancaman terhadap The Epoch Times, tapi ancaman terhadap Gedung Putih, FBI, dan pihak berwenang Taiwan. Mereka bahkan mengirimkan tangkapan layar dan ‘bukti’ kepada kami, seolah-olah ingin menunjukkan bahwa mereka telah melakukan kejahatan ini. Jelas ini bukan pekerjaan satu orang, tapi operasi yang terorganisir di balik layar,” ujar Huang Wanqing. 

Koran Epoch Times edisi Hong Kong dipajang di kios-kios koran di Hong Kong pada 17 September 2024. Kiri Choy/The Epoch Times

Wei Yu,  konten kreator Wei Yu Kan Shijian, juga mengatakan: “Saya lihat isinya penuh dengan ancaman dan intimidasi. Yang lebih aneh, email ini dikirim ke penerima yang sangat tidak masuk akal — bahkan sampai ke Presiden Taiwan, Lai Ching-te.”

Pengirim surat tersebut secara terang-terangan mengaku sebagai “anggota Falun Gong” untuk menyebarkan pesan ancaman, dengan tujuan memfitnah dan menjelekkan kelompok keagamaan itu serta media independen seperti The Epoch Times.

Wei Yu menambahkan: “Kalau kita lihat waktu pengirimannya, selalu bertepatan dengan momen-momen sensitif. Misalnya, sekitar tanggal 4 Juni (peringatan Tiananmen), saya menerima email serupa. Sekarang, menjelang Hari Nasional Taiwan (10 Oktober), dia kembali mengirim pesan ancaman.”

Menurut catatan The Epoch Times, sejak tahun lalu mereka telah menerima lebih dari seratus email ancaman serupa, dengan isi yang menyebutkan bom, penembakan, atau penculikan. Saat ini, FBI di Amerika Serikat dan kepolisian Taiwan telah membuka penyelidikan resmi.

“Apalagi setelah peristiwa pembunuhan terhadap Kirk (pejabat AS yang baru-baru ini tewas), pemerintah AS menjadi sangat waspada terhadap insiden semacam ini. Kami sudah bekerja sama dengan lembaga resmi AS dan memberikan banyak informasi agar mereka bisa menelusuri siapa dalang di balik aksi ini,” jelas Huang Wanqing.

Jurnalis senior Tang Hao menilai bahwa metode “penyamaran dan fitnah” ini merupakan strategi khas PKT dalam melakukan represi lintas negara.

“Taktik PKT yang berpura-pura dan menyebar fitnah seperti ini adalah bentuk nyata dari represi lintas negara. Hal ini menunjukkan bahwa PKT sedang menekan media seperti The Epoch Times dan NTD di AS dan Taiwan sekaligus. Tapi pada saat yang sama, ini juga membuktikan bahwa PKT sangat takut pada media-media ini, karena mereka tidak bisa dibeli atau diancam, dan terus mengungkap infiltrasi serta perebutan kekuasaan internal PKT. Itulah titik lemah mereka,” katanya. 

The Epoch Times menegaskan bahwa intimidasi semacam ini tidak akan menggoyahkan komitmen mereka terhadap profesionalisme jurnalistik dan prinsip kepercayaan. Mereka juga menyerukan agar masyarakat internasional waspada terhadap upaya PKT menggunakan peretasan dan disinformasi untuk melakukan represi lintas negara. (***)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine