Profesor University of Manitoba, Kanada : Perang Media Lintas Negara Partai Komunis Tiongkok Menjadi Luka Kedua Bagi Praktisi Falun Gong

EtIndonesia. Profesor emeritus Fakultas Pekerjaan Sosial Universitas Manitoba, Kanada, Maria Cheung, mengungkapkan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) memanfaatkan media arus utama Amerika Serikat, seperti The New York Times, untuk menyerang Falun Gong dan kelompok seni Shen Yun. Ia menyatakan bahwa penelitian terhadap tujuh media besar di Amerika Utara menemukan tren yang mencolok yakni seiring meningkatnya jumlah praktisi Falun Gong yang meninggal dunia akibat penganiayaan, pemberitaan internasional tentang penyiksaan terhadap mereka justru menurun.”

Dalam wawancara dengan Epoch Times pada 30 September di Washington DC, Cheung menilai tindakan tersebut merupakan bentuk penindasan lintas negara dan menjadi “luka kedua” bagi para praktisi Falun Gong.

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah disiplin spiritual yang berlandaskan pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar . Latihan ini pertama kali diperkenalkan kepada publik pada tahun 1992 dan dengan cepat berkembang pesat, dengan sedikitnya 70 juta orang yang mempraktikkannya pada akhir dekade tersebut, menurut perkiraan resmi saat itu.

Karena takut akan popularitas Falun Gong, Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada Juli 1999 melancarkan kampanye penindasan brutal untuk memberantas praktik ini. Sejak saat itu, jutaan orang telah menjadi korban penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, kerja paksa, bahkan pengambilan organ secara paksa.

Penganiayaan dan Penindasan Lintas Negara telah Berlangsung Selama 26 Tahun

Menurut Dr. Cheung, penindasan lintas negara PKT benar-benar nyata.

 “Bahkan sebelum istilah itu dikenal, sejak hari pertama Falun Gong dianiaya pada tahun 1999, PKT sudah melakukan penindasan lintas negara terhadap para praktisi Falun Gong di luar negeri,” ujarnya.

Sejak penganiayaan dimulai, kediaman juru bicara Falun Gong di AS, Gail Rachlin, telah disusupi agen PKT sedikitnya lima kali.

Pada 7 September 2001, lima praktisi Falun Gong diserang di luar Konsulat PKT di Chicago.

Tahun 2004, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan Resolusi 304, salah satu undang-undang pertama yang menyinggung penindasan lintas negara. Resolusi itu menyoroti serangan terhadap praktisi Falun Gong di AS serta intimidasi terhadap pejabat lokal yang mendukung kebebasan berkeyakinan mereka, dan menyerukan agar pemerintah AS memberikan perlindungan bagi para praktisi.

Penindasan Lintas Negara Semakin Meningkat – Melukai Falun Gong untuk Kedua Kalinya

Dr. Cheung menyebutkan bahwa PKT kini meningkatkan kampanye global melawan Falun Gong.  “Penindasan itu meningkat setelah dokumen bocor menunjukkan bahwa Xi Jinping memerintahkan peningkatan serangan terhadap Shen Yun dan Falun Gong,” ujarnya.

Sebelumnya, pakar hukum terkenal Yuan Hongbing, mantan profesor hukum di Universitas Peking, mengungkapkan bahwa pada tahun 2022, Xi Jinping telah memerintahkan eskalasi penganiayaan transnasional, terutama lewat “perang opini publik” dan “perang hukum.”

Dr. Cheung menjelaskan: “Mereka (PKT) menggunakan perang opini dan hukum untuk memfitnah, memutarbalikkan fakta, dan mengikis kepercayaan publik terhadap Shen Yun dan Falun Gong. Taktik ini sangat berbahaya dan rumit karena dijalankan lewat media yang telah lama dipercaya masyarakat — misalnya The New York Times.”

Ia menambahkan bahwa banyak orang mempercayai berita dari media tersebut, sehingga “luka terhadap para korban menjadi berlipat ganda.”

Kampanye media yang diarahkan oleh PKT

Sejak Maret 2024, The New York Times menerbitkan 12 artikel yang menyerang Falun Gong dan Shen Yun, salah satunya menyelewengkan fakta tentang praktik pengambilan organ tubuh secara hidup-hidup oleh PKT. Artikel-artikel itu kemudian disebarluaskan secara masif oleh akun-akun pro-PKT di media sosial X.

Terkait hal ini, Dr. Katrina Lantos Swett, Ketua Lantos Foundation for Human Rights dan mantan Ketua USCIRF, menyatakan bahwa lembaganya telah mengajukan protes resmi ke The New York Times:

“Media itu telah digunakan oleh PKT sebagai alat propaganda untuk menyerang kelompok spiritual yang damai dan tak bersalah. Mereka tidak boleh membiarkan diri mereka menjadi senjata propaganda PKT.”

Dr. Cheung menegaskan, “Falun Gong adalah korban pelanggaran hak asasi manusia dan genosida oleh PKT. Kini, lewat manipulasi media, mereka kembali digambarkan sebagai pelaku — ini menjadikan korban semakin terpinggirkan dan kembali tersakiti.”

Bukti dan respons internasional

Brigadir Jenderal Robert Spalding pada 2024 pernah menyampaikan di Kongres AS bahwa: “PKT menggunakan media kita sendiri untuk melawan kita. Contohnya, dengan membuat media dan universitas kita percaya bahwa Falun Gong adalah kelompok aneh — inilah bentuk kendali PKT terhadap media Amerika.”

Sebanyak 1.500 seniman, aktor, dan anggota keluarga Shen Yun telah menandatangani petisi yang mendesak Departemen Kehakiman AS menyelidiki aktivitas jahat pemerintah asing di balik serangan tersebut. Petisi itu diluncurkan pada Desember 2024, sebagai tanggapan atas meningkatnya ujaran kebencian terhadap Shen Yun di AS.

Dalam petisi disebutkan bahwa “narasi yang salah dan menyesatkan” kini menggema di media arus utama dan sebagian didukung oleh “perang hukum dan tuntutan investigasi palsu terhadap pemerintah.”

Ancaman Kekerasan Meningkat

Dr. Cheung juga mengungkapkan bahwa dalam peningkatan penindasan transnasional itu, PKT bahkan melancarkan “ancaman bom palsu.”

Menurut Pusat Informasi Falun Dafa, hingga 25 September 2025, telah terjadi setidaknya 184 ancaman pembunuhan terhadap praktisi Falun Gong dan pendukung mereka — termasuk 7 kasus hanya dalam bulan September.

Dr. Cheung mengatakan, “Meski kemudian terbukti ancaman itu palsu, pesan tersebut sangat bernada kekerasan — dikirim ke teater tempat Shen Yun tampil atau ke pusat informasi Falun Dafa. Itu adalah bentuk kekerasan yang semakin parah.”

Seruan kepada pemerintah AS

Dr. Cheung menyerukan agar Kongres AS mengadakan lebih banyak sidang dengar pendapat mengenai penindasan lintas negara dan ancaman bom palsu.  Ia juga mendesak agar Senat AS segera mengesahkan “Undang-Undang Perlindungan Falun Gong” yang sebelumnya telah lolos di DPR.

“Pemerintah AS harus serius memperhatikan isu ini — mendukung para korban, membantu mereka bersuara, dan bersama-sama melawan penganiayaan agama yang sedang berlangsung,” tegasnya. (Hui/asr)

Sumber : Epochtimes.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine